Polisi Ungkap Fakta Baru Mayat Gadis Kudus: Ada Luka pada Kelaminnya

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 12:43 WIB
Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma saat ditemui di Mapolres Kudus, Selasa (27/4/2021).
Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma saat ditemui di Mapolres Kudus, Selasa (27/4/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Gadis remaja berusia 17 tahun di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ditemukan tewas diduga dibunuh di ruang dapur rumahnya. Polisi menemukan fakta baru, bahwa terdapat luka pada alat kelamin korban.

"Luka di alat kelamin itu kemarin ada darah, tapi mohon maaf tapi selaput daranya masih utuh," kata Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma kepada wartawan ditemui selepas kegiatan bakti sosial di Kelenteng Hok Tie Bio Kudus, Sabtu (8/5/2021).

Aditya mengatakan polisi masih melakukan pemeriksaan secara mendalam terkait kasus dugaan pembunuhan tersebut. Termasuk soal kemungkinan pemerkosaan yang dialami korban.

"Apakah itu cobaan pemerkosaan atau bukan nanti kita masih kembangkan. Mohon doa restunya," ucapnya.

Menurutnya sudah ada dua saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut. Para saksi tersebut terdiri dari keluarga dan tetangga korban.

"Ada pihak keluarga dan tetangga. Mohon doa restunya kami sedang melaksanakan upaya penyelidikan, ya terkait temuan-temuan yang ada di lapangan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kematian ABG yang ditemukan tewas di dapur rumahnya masih menjadi teka-teki. Mayat korban ditemukan pada Rabu (5/5).

Saat ditemukan ada luka sayatan di tangan kanan korban. Selain itu polisi juga terdapat tali pada lengan kanannya. Selain itu, tak ada benda berharga milik korban yang dilaporkan hilang.

"Berdasarkan penyelidikan dan autopsi jenazah, ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban yang menyebabkan kemarin. Sehingga diduga pembunuhan" kata Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma saat dihubungi detikcom lewat pesan singkat, Kamis (6/5).

Simak juga '5 Warga Garut Tenggelam di Septic Tank, 3 di Antaranya Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)