Bertambah 4, Klaster Tarawih di Bantul Jadi 26 Orang

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 09:35 WIB
COVID-19 Health insurance concept. Blurring of hand holding pen and Stethoscope on health form. Focus on
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/farosofa)
Bantul -

Pemkab Bantul menyebut ada tambahan 4 orang positif COVID-19 dari klaster tarawih di salah satu masjid di Pedukuhan Sanggrahan, Murtigading, Sanden, Bantul. Saat ini total ada 26 terpapar virus Corona dalam klaster tersebut.

"Kemarin (Selasa) hasilnya keluar dan ada tambahan 4 jemaah yang positif (COVID-19). Sehingga totalnya saat ini ada 26 jemaah yang positif (COVID-19)," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso saat dihubungi wartawan, Rabu (5/5/2021).

Dengan hasil tersebut, saat ini pihaknya tengah melakukan tracing lagi terhadap 25 orang jemaah. Dia menyebut kepada 25 jemaah karena ada 1 jemaah yang sudah meninggal dunia.

"Karena itu bukan tidak mungkin kalau jumlah pasien positif COVID-19 (dari klaster tarawih) ini akan bertambah," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 22 jemaah tarawih Masjid di Pedukuhan Sanggrahan, Kalurahan Murtigading, Kapanewon Sanden positif terpapar virus Corona atau COVID-19. Diduga klaster itu dipicu salah satu jemaah dan kemungkinan jemaah di masjid tersebut kurang menerapkan protokol kesehatan.

Kasus klaster ini bermula dari salah satu jamaah masjid yang mengalami gejala COVID-19. Namun yang bersangkutan tetap mengikuti kegiatan masjid. Kemudian warga tersebut memeriksakan diri ke RS dan hasil tesnya positif COVID-19. Yang bersangkutan meninggal pada 27 April.

Kemudian dilakukan tracing ke keluarga dan jamaah masjid. Selanjutnya hingga saat ini telah terdapat 26 terpapar virus Corona.

Tonton juga Video: Klaster Bukber dan Tarawih Diwaspadai Jadi Superspreader Corona

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)