LBH Yogya Adukan Kapolres Purworejo ke Polda Jateng Buntut Bentrok Wadas

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 20:55 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi kekerasan (Foto: dok. detikcom)
Semarang -

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta berupaya melaporkan Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito ke Polda Jawa Tengah buntut dari bentrokan di Desa Wadas, Purworejo, Jumat (23/4) lalu. LBH Yogyakarta menilai ada beberapa orang yang terluka akibat ulah oknum polisi saat itu.

Dalam siaran persnya, LBH Yogyakarta melakukan upaya pelaporan ke Polda Jateng hari Senin (3/5) kemarin karena anggotanya Julian Duwi Prasetia dan Lalu Muh Salim Iling Jagat terluka memar di dahi, cedera di kepala, lecet di punggung, dan lainnya.

"Tambahan pula, Julian dan Jagat ditangkap secara sewenang-wenang. Keduanya digelandang ke kantor Polsek Bener dan Polres Purworejo. Barang-barangnya juga disita, antara lain Kartu Tanda Pengenal Advokat (KTPA), Kartu Tanda Penduduk (KTP), telepon genggam, tas," kata LBH Yogyakarta dalam siaran persnya, Selasa (4/5/2021).

Mereka menilai kepolisian melanggar pasal 351 ayat 1 KUHP dan pasal 170 ayat 1 dan ayat 2 KUHP. Kemudian ada juga ketentuan pasal 11 huruf j Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia Dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

"Pada dasarnya kasus yang kami laporkan ini adalah perkara yang mudah. Bukan perkara samar, yang pengungkapannya menjadi sukar," jelasnya.

"Sebab pertama, dugaan peristiwa kekerasannya berlangsung di tempat umum. Ada banyak sekali orang di lokasi yang dapat dijadikan saksi mata. Kedua, terduga pelakunya adalah anggota polisi yang sedang menjalankan tugasnya secara institusional dan terorganisasi. Terlebih Kapolres Purworejo berada di tempat, yang artinya kendali kegiatan untuk mengatur segala tindakan pasukan di lapangan langsung ada padanya," lanjutnya.

Mereka menjelaskan, Julian dan Jagat sedang menjalankan tugas profesinya sebagai advokat sehingga menurut mereka sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat, advokat harus dijamin dan dilindungi oleh siapapun, termasuk oleh sesama penegak hukum dalam hal ini polisi. Selain itu banyak juga saksi yang bisa dimintai keterangan karena ada di tempat terbuka.

"Di samping saksi, ada hasil visum et repertum yang dapat digunakan sebagai rujukan untuk menyimpulkan, kekerasan betul telah terjadi. Karena itu, dengan segala sistem dan perangkat yang dimilikinya, tidak sulit bagi Kapolda Jawa Tengah menemukan dan menentukan siapa tersangka penganiayaan/kekerasan terhadap Julian dan Jagat," jelasnya.

Sementara itu narahubung LBH Yogyakarta, Yogi Zul Fadhli, mengatakan upaya pelaporan sudah dilakukan di Mapolda Jawa Tengah kemarin. Namun nomor laporan belum diterima.

"Kami belum mendapatkan nomor LP. Hanya tanda terima saja," kata Yogi saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (4/5/2021).

Sementara itu hingga saat ini belum ada penjelasan ataupun konfirmasi dari Polda Jateng terkait klaim LBH Yogya terkait adanya aduan tersebut.

Simak juga 'Terekam CCTV! Pria Diduga Oknum Polisi Ancam Tembak Warga di Lebak':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)