Melihat Jasa Penukaran Uang di Tengah Larangan Mudik

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 04:05 WIB
Jasa penukaran uang baru jelang lebaran di Solo
Jasa penukaran uang baru jelang lebaran di Solo. (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Sudah menjadi pemandangan lumrah setiap menjelang Lebaran bertebaran jasa penukaran uang baru. Seperti halnya yang terlihat di beberapa sudut di Kota Solo.

Sejumlah penjaja jasa penukaran uang baru bertebaran di beberapa titik, salah satunya di kawasan Benteng Vastenburg, Solo. Di sana penjual jasa tukar uang baru berjejer di pinggir jalan sembari menawarkan uang baru kepada para pengendara kendaraan yang melintas.

Salah satunya adalah Ngadinah. Perempuan 55 tahun dari Kelurahan Jagalan, Jebres itu mengatakan, dirinya menjajakan jasa penukaran uang baru karena kondisi jualan kulinernya sedang sepi.

"Kalau sehari-hari saya jualan makanan, buka warung makan. Tapi sekarang kondisi sangat sepi, jadi ini buka jasa penukaran uang," tuturnya ditemui detikcom di lokasi penukaran uang, Senin (3/5/2021).

Ngadinah mengatakan, untuk modal penukaran uang ia menggunakan uang pinjaman KUR sebesar Rp 15 juta. Uang tersebut kemudian ditukarkan di Bank Indonesia (BI).

"Untuk penukaran uang di BI kan dibatasi maksimal Rp 4,4 juta saja. Jadi saya mengajak suami dan anak untuk menukarkan uang baru," katanya.

Ditanya mengenai keuntungan dari jasa penukaran uang baru, Ngadinah mengaku, tidak mendapatkan untung banyak. Hanya sebesar 5 persen dari besaran uang yang ditukarkan.

"Kalau jasanya antara 5 persen sampai 10 persen, tergantung yang akan menukar karena kadang juga pakai ditawar," ucapnya.

Keuntungan yang tidak begitu besar itu seolah tidak sebanding dengan risiko yang bisa terjadi yakni adanya uang palsu. Adanya jasa penukaran uang baru kadang dimanfaatkan oleh oknum untuk mengedarkan uang palsu.

"Ya kalau was-was ada uang palsu pasti ada, tetapi selama ini saya belum pernah. Semoga saja tidak mengalaminya," ucapnya. Untuk menghindari menjadi korban uang palsu, Ngadinah pun membuka jasa penukaran saat siang sampai sore hari saja.

Hal ini agar jika ada uang palsu bisa langsung diketahui. Penjual jasa penukaran uang baru lainnya, Marijan (60) mengatakan, kondisi penukaran uang baru cukup sepi. Dalam sehari belum tentu ada yang menukarkan uang baru.

"Kondisi cukup sepi, karena juga tidak boleh mudik. Sehari kadang ada yang menukar kadang juga tidak ada," ungkapnya. Meski begitu, Marijan tetap mencoba peruntungannya ini mengingat pekerjaannya sebagai buruh bangunan juga sedang sepi.

"Kalau pekerjaan sehari-hari buruh bangunan tapi sedang sepi tidak ada proyek, jadi ya membuka jasa penukaran uang," katanya.

Simak juga video 'Jelang Lebaran, Angkutan AKDP di Terminal Ciamis Disterilisasi':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)