Lebih dari 4.000 Pemudik Tiba di Kabupaten Pekalongan

Robby Bernardi - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 20:33 WIB
Rapat gabungan bersama Komisi I DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (3/5/2021).
Rapat gabungan bersama Komisi I DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (3/5/2021).Foto: Robby Bernardi/detikcom
Pekalongan -

Tercatat ada lebih dari empat ribu pemudik yang masuk ke wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sejak pengetatan mudik berlaku. Ribuan pemudik yang datang itu tersebar ke sejumlah desa di Kabupaten Pekalongan.

"Hitungan kami yang dikirim dari setiap desa-desa, per tanggal 2 Mei, tercatat ada 4.184 orang yang masuk di wilayah Kabupaten Pekalongan. Terbanyak di wilayah Kecamatan Kandangserang dan Kecamatan Paninggaran," kata Kepala Bagian Tata Pemerintah (Tapem) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko, saat rapat gabungan bersama Komisi I DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (3/5/2021).

Rapat gabungan ini digelar dalam rangka persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 2021. Hitungan 4.184 pemudik itu dihitung Pemkab Pekalongan per tanggal 21 April hingga 2 Mei 2021 di 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Menanggapi banyaknya pemudik yang masuk Pekalongan ini, Ketua Komisi I DPRD Pekalongan Dodiek Prasetyo, meminta tim gugus tugas di tingkat desa untuk bersinergi menekan kasus penyebaran virus Corona atau COVID-19. Dodiek juga meminta agar ada pengetatan pengawasan terhadap pendatang dari luar kota.

"Dengan adanya rapat gabungan seperti ini, Satgas COVID-19 di Kabupaten Pekalongan supaya memberikan arahan kepada jajarannya di tingkat bawah supaya meningkatkan kinerjanya," kata Dodiek.

"Perlu adanya pengetatan terhadap masyarakatnya yang baru pulang dari luar kota. Misalnya mengecek suhu, melakukan rapid, kalau memang diketahui positif COVID-19, mereka harus bertindak tegas dengan melakukan karantina," sambung Dodiek.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro menyebut pihaknya sudah melakukan persiapan pengamanan Idul Fitri 1442 H. Pihaknya memaksimalkan pengetatan pemudik bersama aparat terkait.

"Kita maksimalkan pengetatan di sejumlah titik yang merupakan pintu masuk pemudik ke wilayah Kabupaten Pekalongan. Kita libatkan juga jajaran kepolisian dan dinas kesehatan," terang Wahyu.

Wahyu menyebut pihaknya juga sudah menyiapkan sejumlah pos khusus antara lain di Kecamatan Siwalan, kawasan IBC Wiradesa, Tugu Nol Sibedug, Kajen, Kedungwuni, exit Tol Bojong serta Kesesi atau Kaliboja. Meski begitu, pihaknya masih memberikan kelonggaran dengan catatan untuk bertakziah, hingga mengantar ibu hamil yang akan melahirkan.

"Namun tetap harus mematuhi protokol dan pemeriksaan kesehatan. Namun, jika pelaku jalan, diketahui tujuannya melintas di Kabupaten Pekalongan dan tidak bisa menunjukkan surat-surat alasan kepergiannya, maka diminta balik ke tempat asalnya untuk mengurus surat tersebut," jelas Wahyu.

Terpisah, Kapolsek Kajen, Iptu Isnovim, menyebut pihaknya bersama Bhabinkamtibmas dan pihak desa bakal memantau pemudik yang tiba di tingkat desa. Jika ditemukan kasus positif Corona, maka pemudik tersebut akan diarahkan untuk isolasi mandiri.

"Seperti tadi di Desa Gejlik, lima pemudik yang datang, kita arahkan ke puskesmas untuk dilakukan tes kesehatan. Alhamdulillah, semua negatif (Corona)," jelasnya.

(ams/rih)