Klaster Tarawih di Bantul, 22 Jemaah Positif Corona

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 15:50 WIB
COVID-19 Health insurance concept. Blurring of hand holding pen and Stethoscope on health form. Focus on
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/farosofa)
Bantul -

Sebanyak 22 jemaah tarawih di sebuah masjid Bantul, positif virus Corona atau COVID-19. Diduga klaster itu dipicu salah satu jemaah dan kemungkinan jemaah di masjid tersebut kurang menerapkan protokol kesehatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, dr. Sri Wahyu Joko Santoso, mengatakan kasus yang terjadi di masjid Pedukuhan Sanggrahan, Kalurahan Murtigading, Kapanewon Sanden, itu bermula dari salah satu jemaah masjid yang mengalami gejala COVID-19. Namun yang bersangkutan tetap mengikuti kegiatan masjid.

"Kemudian jemaah tersebut memeriksakan diri ke RS dan hasil tesnya positif COVID-19 tanggal 25 April," kata dr. Oki, sapaannya, saat dihubungi wartawan, Senin (3/5/2021).

Selanjutnya, yang bersangkutan kemudian meninggal pada tanggal 27 April dengan rekam medis mempunyai beberapa penyakit penyerta. Setelah itu, pihaknya melakukan tracing kontak.

"Dari kasus tersebut dilakukan tracing ke keluarga didapatkan 1 orang kontak erat positif COVID-19 (istrinya), kemudian tracing ke jemaah masjid didapat 36 kontak erat yang kemudian di tes PCR menghasilkan 21 orang positif COVID-19," ujarnya.

"Sedangkan pasien pertama yang positif COVID-19 dan menularkan kepada 21 orang yang lainnya belum diketahui pasti tertular dari siapa," lanjut dr. Oki.

Dari orang-orang yang kontak erat dengan kasus pertama, dia menyebut sebagian besar mengalami gejala. Sebagian besar jemaah yang positif COVID-19 telah menjalani isolasi di shelter.

"Saat ini didapatkan kabar kasus yang terkonfirmasi telah isolasi di shelter," katanya.

"Jadi terjadinya klaster tarawih atau mungkin klaster tadarus ini akibat jemaah tidak mematuhi protokol kesehatan secara ketat," ucapnya.

Oki menambahkan, saat ini pihak Satgas COVID-19 Kalurahan Murtigading telah mengambil langkah tegas dengan membatasi kegiatan masyarakat di Padukuhan Sanggrahan. Seperti menghentikan sementara kegiatan di masjid sampai semua jemaah yang terpapar COVID-19 sembuh.

(rih/ams)