Klaster Keluarga Masih Terjadi Merata di DIY, Masih Mau Nekat Mudik?

Heri Susanto - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 13:55 WIB
Proses penataan kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, telah rampung dilakukan. Kawasan itu kini kian setelah bebas dari kabel melintang. Berikut potretnya.
Tugu Pal Putih Yogyakarta. (Foto: Pius Erlangga/Detikcom)
Yogyakarta -

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengungkap klaster keluarga masih terjadi secara merata di semua kabupaten dan kota di DIY. Masih mau nekat mudik?

"Kami hanya bisa menyampaikan beberapa kasus yang masih ditemui penularan pada keluarga, ada di semua kabupaten dan kota di DIY," kata Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih, dihubungi wartawan Jumat (30/4/2021).

"Jadi yang dimaksud klaster keluarga adalah penularan di dalam keluarga dalam juga tinggi, hampir ditemukan di setiap kabupaten dan kota," lanjut dia.

Namun, untuk grafik, lanjut Berty, pihaknya belum bisa mengatakan naik atau turun. Sebab, catatan kenaikan dan penurunan ini ada di masing-masing kabupaten dan kota untuk kemudian dilakukan pencegahan.

"Bagi pemudik haru berpikir ulang. Jangan sampai pulang, malah jadi klaster keluarga baru," kata Berty yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pencegahan Penyekati Menular Dinas Kesehatan DIY ini.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setianingastutie menambahkan pihaknya telah meminta larangan mudik untuk dijalankan dengan tegas. Hal tersebut sebagai bentuk antisipasi lonjakan klaster keluarga usai Lebaran.

"Selain kesadaran untuk tidak mudik, kami juga sudah meminta agar larangan mudik benar-benar bisa efektif," jelasnya.

Bagi keluarga yang anggotanya bekerja luar kota, Pembajun mengimbau penggunaan masker di dalam rumah. Karena, salah satu pencegahan yang paling efektif yakni dengan menggunakan masker.

"Minimal tiga hari menggunakan masker di dalam rumah," imbuhnya.

Dari catatan hasil tracing Satgas COVID-19 DIY, masih didominasi klaster keluarga. "Dari hasil tracing, penelusuran kasus indeks dengan faktor risiko dari tempat wisata belum ditemukan dari laporan yang ada," kata Berty.

Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Sekda DIY) Kadarmanta Baskara Aji memastikan larangan mudik di DIY akan berlaku secara efektif mulai 6-17 Mei. Selama sekitar dua minggu itu, larangan mudik berlaku tegas terhadap siapa pun.

"Tidak ada dispensasi untuk mudik. Semuanya tidak diperbolehkan agar tidak terjadi penularan atau kemunculan klaster-klaster baru dalam keluarga," jelasnya, hari ini.

Jika muncul klaster baru keluarga, lanjut Aji, maka kasusnya akan sulit terurai. Karena interaksi di dalam rumah tidak bisa dibatasi. Bahkan, jika ada gejala tertular COVID-19 banyak keluarga yang tetap merawat dahulu anggota keluarganya.

Tonton juga Video: Satgas Covid Sebut Klaster Keluarga Penyumbang Kasus Covid-19 Cukup Tinggi

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)