Kawah Sileri Dieng Erupsi, Tanaman Kentang Milik Warga Mati

Uje Hartono - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 10:40 WIB
Tanaman ketang mati terdampak erupsi kawah Sileri, 29/4/2021
Tanaman kentang mati terdampak erupsi Kawah Sileri, kemarin. (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

Tanaman kentang milik warga di sekitar lokasi Kawah Sileri, Banjarnegara, Dieng, Jawa Tengah mati terkena semburan erupsi. Selain tanaman kentang, tanaman keras hingga gardu yang berada di sekitar Kawah Sileri yang erupsi kemarin rusak.

Salah seorang petani kentang di Desa Kepakisan Kecamatan Batur, Ahmad Margini, mengatakan tanaman kentang milik dia dan saudaranya mati terkena semburan erupsi Kawah Sileri. Menurutnya, erupsi kawah yang terjadi pada Kamis (29/4) malam lebih besar dibanding erupsi pada tahun 2018 lalu.

"Sekarang erupsinya lebih besar dibanding dulu. Tanaman kentang saya dan saudara saya banyak yang mati. Karena kalau sudah seperti ini kena lumpur tidak mungkin untuk bisa tumbuh lagi," kata dia saat ditemui di sekitar lokasi Kawah Sileri, Jumat (30/4/2021).

Ia menyebut, saat ini usai tanaman kentangnya sudah memasuki 70 hari tanam. Namun demikian, ia belum bisa menghitung total kerugian akibat erupsi Kawah Sileri tersebut.

"Kalau kentang itu kan 4 bulan panen, ini usia tanaman rata-rata sudah 70 hari, sudah setengahnya. Kalau kerugiannya berapa belum tahu, tapi lahan yang atas biasanya bisa sampai 11-12 kuintal. Dan lahan yang bawah juga sama segitu. Tapi sekarang semuanya kena semburan erupsi," jelasnya.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Surip, menjelaskan semburan erupsi paling jauh ke arah utara sejauh 500 meter. Material yang disemburkan saat Kawah Sileri meletus berupa lumpur dan bebatuan.

"Ke utara 500 meter, ke selatan 400 meter, ke timur sekitar 300 meter dan ke barat 200 meter," sebutnya.

Hingga saat ini, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara tengah menghitung luasan lahan pertanian yang terdampak erupsi Kawah Sileri.

(sip/mbr)