Tak Senonoh Soal Nanggala, Capres Fiktif Nurhadi Dikenakan Wajib Lapor

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 15:48 WIB
Capres Fiktif Nurhadi, Kudus, Senin (26/4/2021).
Capres fiktif Nurhadi. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Capres fiktif Nurhadi asal Kudus, Jawa Tengah yang diamankan polisi terkait postingan tak senonoh terkait musibah KRI Nanggala 402 dikenakan wajib lapor. Meski begitu, polisi memastikan kasus tersebut tetap dilanjutkan.

"Untuk kasus prosesnya masih jalan," kata Kasat Reskrim Polres Kudus, AKP Agustinus David saat dihubungi detikcom, Rabu (28/4/2021).

David menuturkan Nurhadi dikenakan wajib lapor seminggu sekali. David menegaskan status Nurhadi saat ini belum menjadi tersangka.

"Untuk terlapor kita kenakan wajib lapor, kita terapkan wajib lapor seminggu sekali. Maka statusnya wajib lapor," jelasnya.

Dia menjelaskan ada dua saksi yang telah diperiksa polisi. Selanjutnya polisi akan memeriksa memeriksa saksi ahli terkait postingan tidak senonoh tersebut.

"Ya kita menjadwalkan 2-3 hari ini. Karena harus menyesuaikan jadwal saksi ahli," ungkapnya.

David menyebutkan sejumlah barang bukti telah diamankan polisi. Di antaranya ponsel dan akun media sosial milik Nurhadi.

"Alat bukti akun sama HP milik Nurhadi," terang David.

Diberitakan sebelumnya, capres fiktif Nurhadi sempat diamankan polisi kemarin akibat postingan tak senonohnya terkait tenggelamnya KRI Nanggala 402. Setelah diperiksa, Nurhadi diperbolehkan pulang.

"Yang bersangkutan saat ini tidak ditahan. Belum (ditetapkan sebagai tersangka), masih diperlukan keterangan dari saksi-saksi ahli demi kelengkapan lidiknya (penyelidikan kasusnya)," jelas Kapolres Kudus Aditya Surya Dharma saat dihubungi detikcom, Selasa (27/4) malam.

Nurhadi sebelumnya juga telah menyampaikan permintaan maaf atas ulahnya itu. Video permintaan maaf itu pun viral di media sosial. Dia mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya.

"Saya menyesal, kan tidak mengerti itu bisa menyinggung. Buatan saya baik, tapi menyinggung yang lain. Saya menyesal. Saya tidak membela diri saya benar, itu membuat orang tersinggung. Maka saya harus minta maaf," terang Nurhadi.

Simak video 'Capres Fiktif Nurhadi Minta Maaf Komentar Negatif soal KRI Nanggala':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)