Cela Musibah KRI Nanggala di FB, Pemuda Purworejo Dipolisikan

Rinto Heksantoro - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 14:43 WIB
Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Agus Budi Yuwono saat ditemui detikcom di kantornya, Purworejo, Rabu (28/4/2021).
Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Agus Budi Yuwono (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom )
Purworejo -

Seorang pemuda di Purworejo, Jawa Tengah berinisial HDP (26), menulis komentar negatif tentang musibah KRI Nanggala 402 melalui akun Facebooknya. Dinilai menyinggung institusi TNI, pemuda itu pun dilaporkan ke polisi.

Warga Kelurahan/Kecamatan Kutoarjo itu mencela musibah KRI Nanggala 402. Pemuda yang mengaku pernah bekerja di pelayaran itu berkomentar melalui akun 'Herry Rose'.

"Ya itu kapal selam julukannya sudah monster laut tapi kenapa nggak perang, nggak diserang kok tenggelam sendiri. Sebagai orang Indo aku kecewa. Mana dibilang putra terbaik, gugurnya karena tenggelam nggak perang bela NKRI. Jangan-jangan waktu itu lagi pada sibuk fokus VC-an atau bikin konten terus tahu-tahu udah di dasar laut," tulis HDP melalui akun Herry Rose seperti dikutip detikcom, Rabu (28/4/2021).

Pemuda ini lalu dilaporkan ke polisi oleh Komandan Pos TNI AL Purworejo Pangkalan TNI AL (Lanal) Cilacap, Pelda Pujianto. Pemuda itu dilaporkan dengan dugaan pelanggaran UU ITE ke Polres Purworejo.

"Yang bersangkutan posting di FB. Dia menulis komentar negatif berkaitan dengan tenggelamnya kapal selam Nanggala 402," kata Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Agus Budi Yuwono saat ditemui detikcom di kantornya, Purworejo, hari ini.

Oleh pelaku komentar bernada celaan itu telah dihapus. Namun pihak TNI AL masih menyimpan tangkapan layar pernyataan HDP lewat akun 'Herry Rose' sebagai bukti ke pelaporan. Dari informasi, HDP sempat menyerahkan diri ke Koramil karena mengaku terancam.

"Kita dapat penyerahan dari Koramil Kutoarjo didampngi Lanal. Pihaknya melakukan laporan resmi kemarin. Kita sudah lakukan pemeriksaan dan sudah dilakukan proses sidik. Indikasinya pelanggaran UU ITE ancamannya 4 tahun penjara," terang Agus.

Agus menerangkan saat ini pelaku dikenakan wajib lapor. Sebab, ancaman hukumannya di bawah lima tahun.

"Meskipun tidak ditahan bukan berarti tidak diproses hukum, tetap kita proses dan yang bersangkutan kita kenakan wajib lapor," jelas Agus.

Terpisah, Danramil Kutoarjo, Kapten Arm Tur Sutrisna membenarkan pihaknya telah mengamankan HDP. Peristiwa itu terjadi Selasa (27/4) kemarin.

"Kami cuma mengamankan (pelaku) kemudian kami hubungi pihak TNI AL. Setelah dari TNI AL datang, kami mendampingi untuk membawa pelaku ke Polres dan pihak TNI AL membuat laporan resmi," kata Sutrisna siang ini.

Simak video 'Geger Komen Negatif di Tengah Duka Tenggelamnya KRI Nanggala-402':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/mbr)