Kemenag Gunungkidul Minta Kiai Perbolehkan Santri Mudik Lebih Awal

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 12:01 WIB
Santri di Ponpes Kudus
Ilustrasi kegiatan santri. Foto: Santri di Ponpes Kudus (Dian Utoro Aji/detikcom)
Gunungkidul -

Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menolak memberikan dispensasi mudik Lebaran bagi santri. Terkait hal itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Gunungkidul, DIY menyarankan pihak pondok pesantren memulangkan santrinya sebelum diberlakukannya larangan mudik 6 Mei 2021.

"Karena kalau anak pondok itu liburnya selama dua bulan. Jadi pada prinsipnya saya bermaksud menganjurkan kepada Kiai (pengasuh) pondok pesantren agar memberikan izin kepada para santrinya (mudik lebih awal)," kata Kepala Kanwil Kemenag Kabupaten Gunungkidul Arif Gunadi saat dihubungi wartawan, Rabu (28/4/2021).

Menurutnya, selama santri libur 2 bulan maka tak ada kegiatan apapun di pondok pesantren. Apalagi, lanjut Arif, para santri yang mondok di Kabupaten Gunungkidul ada yang berasal dari Jawa Tengah, Kalimantan, hingga luar negeri seperti Thailand, Singapura dan Timor Leste.

"Terus tanggung jawab siapa kalau mereka harus berada di pondok," ucapnya.

Nantinya, para santri yang akan mudik diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain itu juga mempersiapkan surat bebas COVID-19 untuk memastikan kondisinya saat mudik.

"Selain itu, santri harus mengikuti aturan dari kampung atau wilayah tujuan mudik para santri," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemda DIY menolak memberikan dispensasi mudik Lebaran bagi santri. "Tidak ada dispensasi. Berdasarkan aturan tidak diperbolehkan untuk mudik," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kadarmanta Baskara Aji, kepada wartawan usai pembukaan vaksinasi massal di Jogja Expo Center (JEC), Senin (26/4).

Aji menegaskan meski santri tetap tak boleh melalui penyekatan yang ada di perbatasan-perbatasan wilayah meski nantinya membawa surat keterangan dari pondok pesantren.

"Itu namanya mudik. Tetap tidak boleh," katanya.

(sip/mbr)