Kasus Corona Klaster Piknik di Boyolali Tambah 16 Jadi 52 Orang

Kasus Corona Klaster Piknik di Boyolali Tambah 16 Jadi 52 Orang

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 14:58 WIB
Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali, lokasi klaster piknik, Selasa (27/4/2021).
Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali, lokasi klaster piknik, Selasa (27/4/2021). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Kasus virus Corona atau COVID-19 dari klaster piknik warga Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, belum berakhir. Bahkan, dari penelusuran dan pemeriksaan swab PCR, ada tambahan 16 kasus baru.

"Klaster piknik yang berasal dari Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel, ada tambahan 16 yang terkonfirmasi positif dari kontak eratnya. Sehingga total yang positif (COVID-19) ada 52 orang," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina, ditemui di kantornya, Selasa (27/4/2021).

Ratri menjelaskan awalnya dari 36 orang yang terkonfirmasi positif terpapar virus Corona setelah mengikuti piknik ke Yogyakarta itu, Dinas Kesehatan Boyolali kemudian melakukan tracing kontak eratnya. Dari hasil tracing ditemukan 41 kontak erat dari 36 orang yang positif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"41 orang itu kemudian dilakukan pemeriksaan swab PCR dan hasilnya 16 yang positif (tertular virus Corona), sehingga total klaster piknik dari Desa Candi, Kecamatan Ampel ini yang positif ada 52 orang," jelas Lina, sapaan akrabnya.

Mereka semuanya dari Dukuh Gondang, Desa Candi. Yakni dari keluarga, tetangga dan lainnya yang kebetulan melakukan kontak erat dengan pasien positif dari klaster piknik tersebut.

ADVERTISEMENT

Menurut Lina, dari 52 kasus Corona klaster piknik tersebut sebagian besar saat ini menjalani isolasi mandiri. Kemudian beberapa dirawat di rumah sakit dan satu orang meninggal dunia.

"Ya, sampai saat ini masih isolasi dan kebetulan ada juga yang dirawat di rumah sakit dan ada satu yang sudah meninggal dunia," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, klaster piknik muncul dalam kasus persebaran virus Corona atau COVID-19 di Boyolali. Sebanyak 36 orang warga dari 2 RT di Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali, terkonfirmasi positif setelah mengikuti kegiatan wisata ke Yogyakarta.

Kepala Desa Candi, Warsito, mengatakan ada 48 orang yang ikut piknik ke Yogyakarta tanggal 4 April 2021 lalu. Kegiatan itu akhirnya memunculkan klaster baru dalam persebaran virus Corona. Dari 48 orang itu, 36 orang positif terpapar COVID-19.

Sebanyak 36 orang itu tersebar di 3 RT di Dukuh Gondang yang dihuni 600-an jiwa dari 100-an Kepala Keluarga (KK). Rinciannya yakni di RT 1 ada 3 orang, RT 2 ada 17 orang dan RT 3 sebanyak 16 orang. Banyaknya warga yang terkena virus Corona di tiga RT itu, Pemerintah setempat akhirnya memutuskan menutup akses jalan ke Dukuh Gondang.

Selengkapnya terkait klaster piknik Boyolali ada di halaman berikutnya...

"Kita lockdown. Masjid tutup, musala tutup, ada SD kita tutup dan gereja juga tutup," kata Warsito Kamis (22/4) lalu.

Dari 36 orang yang positif, ada 3 yang menjalani perawatan di rumah sakit. Satu orang akhirnya meninggal dunia.

Camat Ampel, Dwi Sundarto, pasien Corona dari klaster piknik yang meninggal dunia yakni NS (51). Dia meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di RSUD Pandan Arang, Boyolali.

"Satu orang meninggal dunia kemarin (Kamis 22/4). Kemudian dimakamkan semalam jam 19.00 WIB. Yang Pak NS (51), (meninggal) di RSUD Pandan Arang, di ICU," kata Camat Ampel, Dwi Sundarto, kepada para wartawan di Posko PPKM Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali, Jumat (23/4).

Halaman 2 dari 2
(sip/rih)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
Selengkapnya



Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Ajang penghargaan persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan. Baca beragam kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini.
Hide Ads