Tak Senonoh Soal KRI Nanggala, Capres Fiktif Nurhadi Terancam 6 Tahun Bui

Dian Utoro Aji - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 13:15 WIB
Capres Fiktif Nurhadi, Kudus, Senin (26/4/2021).
Capres Fiktif Nurhadi. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Calon presiden fiktif Nurhadi diamankan polisi di Kudus Jawa Tengah terkait postingan tidak senonoh soal musibah KRI Nanggala-402. Nurhadi terancam hukuman 6 tahun kurungan penjara.

"Pasal 28 Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE ancaman 6 tahun penjara," kata Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (27/4/2021).

Aditya mengatakan Nurhadi diamankan polisi pada Senin (26/4) malam di kediamannya Desa Golan Tepos, Kecamatan Mejobo, Kudus. Nurhadi masih diperiksa polisi terkait ujaran negatif terhadap musibah KRI Nanggala-402.

Dia menjelaskan polisi masih mendalami motif dan tujuan Nurhadi memposting unggahan yang tidak layak terkait KRI Nanggala-402 tersebut. Dari keterangan sementara disebutkan Nurhadi hanya bercanda. Namun kata Aditya pihaknya masih mendalami pengakuan tersebut.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma, Selasa (27/4/2021).Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma, Selasa (27/4/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

"NH kaitannya postingan bersangkutan di medsos, tentang peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala. Kita amankan, sementara tahap pemeriksaan terkait motif maupun maksud dan tujuan bersangkutan memposting hal-hal itu," ungkapnya.

Aditya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam bermedsos. Terlebih tidak menjadikan duka sebagai lelucon.

"Seluruh warga masyarakat untuk lebih bijak di media sosial. Peristiwa tenggelam KRI Nanggala, itu duka kita semua. Yang gugur adalah prajurit-prajurit bangsa. Hendaknya kita ada rasa simpati kepada korban terkait musibah itu. Bukan dijadikan lelucon menambah luka korban," pungkasnya.

Diberikan sebelumnya Calon presiden fiktif Nurhadi diciduk anggota TNI lantaran berkomentar tidak senonoh atas kejadian kapal selam KRI Nanggala-402. Kejadian tersebut pun viral di media sosial.

Permintaan maaf dan postingan tidak senonoh Nurhadi viral di akun Instagram @infokomando. Postingan tersebut berupa video permintaan maaf dan tangkapan layar komentar tidak senonoh yang dilontarkan Nurhadi di media sosial.

Pada video itu terlihat Nurhadi meminta maaf. Dia pun mengaku menyesal telah memposting unggahan tersebut.

"Selamat pagi, seluruh angkatan laut Indonesia, saya secara pribadi atas nama Nurhadi dan keluarga mohon maaf sebesar-besar kepada yang menerima musibah. Semoga diberikan ketabahan, kesadaran, tawakal, dan ketabahan," seperti dilihat detikcom, Senin (26/4).

Simak video 'Geger Komen Negatif di Tengah Duka Tenggelamnya KRI Nanggala-402':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)