3 Orang Wafat Kena Corona, 48 Guru-Staf SMAN 1 Gondang Dites Antigen

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 17:37 WIB
Tiga guru SMAN 1 Gondang, Sragen meninggal positif Corona, Senin (19/4/2021).
Tiga guru SMAN 1 Gondang, Sragen, meninggal positif Corona, Senin (19/4/2021). (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menggelar rapid test antigen kepada seluruh guru dan karyawan SMA Negeri 1 Gondang. Dari 48 orang yang mengikuti tes, satu orang dinyatakan positif sementara tiga lainnya direkomendasi untuk dilakukan tes swab PCR.

Rapid test antigen ini digelar sebagai buntut meninggalnya tiga guru SMAN 1 Gondang dalam kondisi terpapar virus Corona atau COVID-19. Rapid test antigen ini digelar di Puskesmas Gondang.

"Hari ini kita memfasilitasi pemeriksaan rapid, menindaklanjuti situasi yang terjadi belakangan ini. Hampir semua rawuh (datang), ada tiga orang yang berhalangan dikarenakan sedang tidak enak badan akan kita tindak lanjuti tesnya setelah nanti sembuh," ujar Kepala Puskesmas Gondang, Dedi Ari Saputro, ditemui detikcom di sela tes usap antigen, Senin (19/4/2021).

Dedi menyebut, rapid test antigen ini sebagai bagian dari langkah tracing penularan kasus Corona di SMAN 1 Gondang. Hasil pemeriksaan rapid test antigen ini langsung bisa diketahui tak lama setelah tes dilakukan.

"Dari total 48 orang yang diperiksa, satu orang dinyatakan positif. Hasil satu orang positif ini kemudian akan segera ditindaklanjuti dengan Pemeriksaan swab PCR," terangnya.

Selain itu, lanjut Dedi, terdapat tiga orang yang langsung direkomendasikan oleh petugas untuk melakukan swab PCR. Pertimbangannya, ketiga orang tersebut memiliki gejala terpapar Corona.

"Ada tiga yang (swab) PCR karena ada gejala. Jadi langsung swab PCR," imbuhnya.

Ditemui secara terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jateng Wilayah VI, Suratno, mengatakan secara total terdapat sembilan guru dan karyawan yang dinyatakan positif Corona. Dari jumlah tersebut, tiga orang di antaranya meninggal dunia.

"Sesuai data kami ada 9 yang positif, 3 di antaranya meninggal dunia," ungkapnya.

Suratno mengatakan sesuai rekomendasi Satgas COVID-19, aktivitas sekolah ditutup selama 14 hari. Sementara kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan dengan metode PJJ (pembelajaran jarak jauh).

"Layanan administrasi di sekolah dihentikan sementara. KBM sementara PJJ dulu," kata dia.

Suratno berharap, munculnya kasus positif di SMAN 1 Gondang ini bisa menjadi edukasi bagi semua pihak. Pihaknya berharap kejadian ini tidak menurunkan optimisme kalangan sekolah yang sedang bersemangat menyiapkan pembelajaran tatap muka.

"Kami mencoba untuk mengedukasi berbagai pihak. Kita harus optimis, yang penting kalau ada yang kena harus segera ditangani. Kita selalu berkonsultasi dengan pihak kesehatan," ujar Suratno.

(sip/rih)