Melihat Arsitektur Timur Tengah Berusia 1,5 Abad di Masjid Pekojan Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 15:05 WIB
Masjid Jami Pekojan Semarang yang dibangun 1,5 abad lalu dan menjadi cagar budaya di Kota Semarang
Masjid Jami Pekojan yang dibangun 1,5 abad lalu dan menjadi cagar budaya di Kota Semarang (Foto: Angling/detikcom)
Semarang -

Masjid Jami Pekojan, Kota Semarang, Jawa Tengah menjadi salah satu tempat ibadah yang sibuk dengan kegiatan di kala Ramadhan. Masjid yang berusia lebih dari 1 abad itu pun termasuk sebagai bangunan cagar budaya.

Masjid tersebut berada di Jalan Petolongan I, Semarang. Ketua Takmir Masjid Jami Pekojan, Ali Baharun mengatakan bangunan masjid sudah ada sejak sekitar seratusan tahun lalu untuk beribadah para pedagang dari Gujarat, India, Pakistan dan lainnya.

"Sekitar 1,5 abad lalu sudah ada ini," kata Ali di Masjid Pekojan, Kota Semarang, Kamis (15/4/2021).

Ali menyebut ruangan utama atau gedung utama masjid masih asli seperti sejak dibangun pertama kali. Di antaranya menggunakan lantai marmer, empat pilar kayu, pintu, mimbar, hingga kaca patri. Sementara di bagian luarnya merupakan bangunan baru untuk bisa menampung jemaah yang lebih besar.

"Dalamnya itu masih asli, kayu-kayunya jati, lantainya juga masih marmer. Kalau arsitekturnya sepertinya merujuk ke Timur Tengah, ya," jelasnya.

Masjid Jami Pekojan itu tercatat sebagai bangunan cagar budaya di Kota Semarang. Menurut catatan di kebudayaan.kemdikbud.go.id, Masjid Jami Pekojan itu dibangun di era 1295 Hijriah atau sekitar 1878 Masehi oleh Syeh Latief yang berasal dari Koja.

Area masjid itu dulunya digunakan untuk pemakaman warga sekitar yang tidak bisa dimakamkan di kampung halaman karena ada blokade VOC. Setelah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya, beberapa makam mulai dipindahkan.

"Iya ini makam warga sekitar sini. Sebagian sudah dipindahkan," ujarnya.

Ada satu makam di Masjid Jami Pekojan yang masih didatangi peziarah yaitu makam Syarifah Fatimah binti Husain Al-Aidrus. Makam tersebut diyakini sebagai makam salah seorang tokoh perempuan yang masih keturunan nabi.

"Ada makam Syarifah Fatimah, seorang wanita solehah. Beliau tokoh masyarakat di sekitar sini, keturunan Nabi. Dulu sering diminta pertolongan diminta mendoakan," ujarnya.

Masjid Jami Pekojan Semarang yang dibangun 1,5 abad lalu dan menjadi cagar budaya di Kota SemarangKompleks makam di area Masjid Jami Pekojan Semarang ( Foto: Angling/detikcom)

Saat bulan Ramadhan, masjid ini memiliki salah satu menut berbuka puasa yang khas, yakni bubur India. Bubur India ini kaya akan rempah dan memiliki rasa gurih. Tradisi bubur India ini sudah ada sejak para pedagang membawa bubur untuk berbuka hingga mulailah tradisi memasak bubur India di masjid tersebut sebagai menu berbuka puasa.

Simak juga Video: Arsitektur Masjid Sancaklar yang Antimainstream

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)