Round-Up

Saat Info Gibran soal Guru 2 Sekolah Solo Emoh Divaksin Dimentahkan Bawahan

Ari Purnomo - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 08:28 WIB
Ratusan Lansia mendapat suntikan vaksin COVID-19 di Gedung Transito, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Begini ekspresi mereka saat disuntik vaksin.
Ilustrasi (Foto: Agung Pambudhy)
Solo -

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebut ada guru-guru dua sekolah Solo menolak disuntik vaksin Corona atau COVID-19. Pemkot Solo akan melakukan edukasi khusus. Namun tak lama kemudian Kepala Dinas Pendidikan setempat menepis informasi itu.

"Dari laporan, ada dua sekolah yang gurunya masih kurang berkenan divaksin," kata Gibran kepada wartawan, Jumat (16/4).

Gibran berharap, para guru tersebut bersedia divaksin sebelum kegiatan sekolah tatap muka digelar Juli 2021. "Ini menyangkut masa depan bangsa, sekolah kan isinya anak masa depan bangsa. Guru harus divaksin," urai Gibran.

Gibran menegaskan tidak akan ada sekolah tatap muka bagi sekolahan yang gurunya enggan menerima vaksin Corona. "Kalau tidak mau divaksin, ya tidak usah PTM (pembelajaran tatap muka," tuturnya.

Pemkot Solo, kata dia, akan terus menggenjot vaksinasi Corona agar segera selesai. Termasuk untuk tenaga pendidik seperti guru maupun dosen. "Di Solo vaksinasi sudah ngebut, Juli sekolah harus buka. Guru sudah dosis kedua, dosen UNS ngantre, UMS mengajukan. Senang, antusiasme warga banyak," ungkapnya.

Penjelasan Disdik
Namun informasi yang disampaikan oleh orang nomor satu di Kota Solo itu segera dimentahkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

"Ora enek (tidak ada) yang tidak mau divaksin. Tidak ada. Kemarin belum memberikan laporan saja," kata Kepala Disdik Solo Etty Retnowati saat dihubungi detikcom, Jumat (16/4).

Etty menjelaskan informasi yang disampaikan Wali Kota Gibran itu hanya merupakan keterlambatan dalam memberikan laporan. "Sampai detik terakhir laporan belum masuk, tapi (sekarang) laporannya sudah masuk. Ya sudah ada guru (di sekolah itu) yang sudah divaksin," ucap Etty.

"Kemarin kan kita deadline untuk laporan harus sudah masuk jam berapa gitu, dan hari itu tidak masuk sampai kita laporkan kepada wali kota," lanjutnya.

Ditanya mengenai tingkatan sekolah yang terlambat menyampaikan laporan vaksinasi, Etty mengatakan, dua sekolah itu adalah guru-guru di sekolah dasar (SD).

Dengan sudah masuknya laporan dua sekolah itu, Etty memastikan, tidak ada sekolah yang menolak vaksin Corona. "Sudah clear semua, tidak ada yang tidak mau divaksin. Vaksin menjadi syarat, PTM," ucapnya.

Etty menambahkan, pihaknya berupaya mempercepat vaksinasi bagi tenaga pengajar sebelum PTM diterapkan. Sampai saat ini vaksinasi untuk guru-guru tingkat SMP sudah mencapai 87 persen.

"Kalau untuk SD baru sekitar 40-an persen. Nanti kami kejar untuk SD dan PAUD, kalau ada jatah vaksin kami ajukan lagi," tandasnya.

Lihat juga Video: Guru yang Sudah Divaksin Wajib Lakukan Sekolah Tatap Muka Terbatas

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)