Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Jatinom Klaten Ditiadakan, Kenapa?

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 10:17 WIB
Kantor kecamatan Jatinom ditutup sementara
Kantor kecamatan Jatinom ditutup sementara. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Pelayanan masyarakat di kantor Kecamatan Jatinom, Klaten, ditutup sementara. Penutupan dilakukan setelah satu staf yang sakit dirapid antigen reaktif dan akhirnya meninggal dunia.

"Sebenarnya sejak awal kami sarankan opname, tapi tidak mau. Terus dibawa ke PKU Muhammadiyah Jatinom kondisinya kritis dan Kamis sore (15/4) meninggal," kata Camat Jatinom, Wahyuni Sri Rahayu pada wartawan, Jumat (16/4/2021.

Dijelaskan Wahyuni, awalnya almarhum sakit dengan penyakit penyerta yaitu jantung dan kreatin tinggi. Rabu (14/4) dibawa keluarga ke RSI dan dirapid antigen.

"Di RS dirapid hasilnya reaktif tapi tidak mau mondok. Lalu dari kecamatan dan Puskesmas mendatangi rumahnya untuk menyarankan mondok dan akhirnya dibawa ke RS PKU sebelum akhirnya meninggal," jelas Wahyuni.

Wahyuni mengatakan staf tersebut pindahan dari Bappeda baru tiga bulan. Yang bersangkutan sakit dan begitu diketahui hasilnya reaktif kecamatan dikosongkan dari kegiatan.

"Pak J ini pindahan dari Bappeda beberapa bulan lalu. Tapi kami langsung sterilkan kantor pelayanan dan kita kosongkan dan keputusan itu kita koordinasikan dengan Puskesmas," terang Wahyuni.

Dari langkah lanjutan, sambung Wahyuni, telah dilakukan tracing pada 10. Pelaksanaan tracing sudah dilaporkan ke Satgas kabupaten.

"Semua sudah kita laporkan Asisten 1 Pemkab dan kepala BPKPPD. Keputusan yang diambil dari saran Puskesmas, sementara kerja di rumah sehari dan kantor tutup," papar Wahyuni.

Saat ini, lanjut Wahyuni, pemerintah kecamatan masih menunggu Puskesmas untuk hasil lanjut staf tersebut. Namun dirinya sudah langsung rapid anti gen.

"Kita menunggu dari Puskesmas. Kalau saya langsung rapid antigen dan alhamdulillah negatif," sambung Wahyuni.

Dengan demikian, sebut Wahyuni, apa yang dilakukan kecamatan sekadar langkah antisipasi daripada terjadi penyebaran. Sejauh ini staf tersebut belum dinyatakan positif terkonfirmasi terpapar Corona.

"Belum dan semoga tidak ada. Kebetulan yang bersangkutan selama di kantor duduknya juga sendiri," ungkap Wahyuni.

Yang bersangkutan, imbuh Wahyuni, pekan ini masih masuk kerja. Tetapi gejalanya secara spesifik pemerintah kecamatan tidak tahu.

"Masih masuk tapi sebenarnya mungkin sudah sakit tapi kita tidak tahu gejalanya. Kantor tutup satu hari tapi Sabtu dan Minggu libur jadi masuk baru Senin," pungkas Wahyuni.

Selanjutnya: Pelayanan publik dialihkan

Tonton juga Video "Jokowi: Negara Bisa Dikatakan Hadir Jika Pelayanan Publik Prima":

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2