Viral Video Kejar-kejaran Polisi dan Pemotor Saat Razia Balap Liar

Dian Utoro Aji - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 15:14 WIB
Tangkapan layar video polisi razia balap liar di Jalan Lingkar Kudus (dok. Istimewa)
Foto: Tangkapan layar video polisi razia balap liar di Jalan Lingkar Kudus (dok. Istimewa)
Kudus -

Video razia balap liar oleh polisi di Jalan Lingkar Barat Kudus viral di media sosial. Dalam razia itu tampak aksi kejar-kejaran antara mobil patroli polisi dan pebalap liar yang terekam kamera.

Video tersebut diunggah salah satunya di akun Instagram @kudusviral. Video yang beredar berdurasi 11 detik itu memperlihatkan mobil patroli polisi membubarkan diduga aksi balap liar di Jalan Lingkar Barat Kudus.

Awalnya tampak dua pemotor beriringan, satu berboncengan dan yang satu sendirian. Keduanya motor itu terlihat berjalan beriringan. Tiba-tiba ada mobil patroli polisi yang mendekati dua pemotor tersebut.

Terlihat pemotor berupaya melarikan diri. Namun mobil polisi mendekati dan berhasil menghentikan seorang pemotor. Kocaknya pemotor ini bahkan sempat menuntun sepeda motornya sambil berlari.

Tampak seorang pemotor yang dihentikan polisi itu kondisi motornya tidak standar. Kerumunan pemuda di pinggir jalan pun berlarian saat polisi datang.

Postingan yang diunggah Rabu (14/4) malam itu sudah ditonton belasan ribu kali dan menuai beragam komentar.

"Ngabuburit sampai lari kebirit - birit wkwkwk," tulis akun S***.

"Ujung - ujungnya ntar nangis," tulis akun e***.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega membenarkan video viral itu merupakan giat Polres Kudus melakukan razia balap liar. Patroli itu dilakukan pada Rabu (14/4) sore kemarin.

"Kemarin patroli dari polres ya, nanti tiap hari kita patroli sebelum ada korban," ujarnya Galuh saat dimintai konfirmasi detikcom lewat pesan singkat, Kamis (15/4/2021).

Menurutnya, pemilik motor yang tidak standar tersebut diamankan di Mapolres Kudus. Rencananya kegiatan patroli akan giat dilakukan selama bulan Ramadhan.

"Motor tidak standar ditahan biar dilengkapi dulu kendaraannya, dikembalikan standar, surat-surat dilengkapi, terakhir ditilang. Nanti kalau ada korban sampai ada yang meninggal yang salah siapa," pungkas Galuh.

(rih/ams)