Sedap! Masjid di Bantul Ini Sajikan Bubur Lodeh untuk Menu Berbuka Puasa

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 18:08 WIB
Warga bergotong royong memasak bubur lodeh di  Masjid Sabilurrosyaad Bantul untuk menu buka puasa bersama
Warga bergotong royong memasak bubur lodeh di Masjid Sabilurrosya'ad Bantul untuk menu berbuka puasa (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Masjid Sabilurrosya'ad di Pedukuhan Kauman, Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul tahun ini kembali menyediakan menu takjil berupa bubur sayur lodeh selama bulan Ramadhan. Masjid ini menyediakan 100 porsi sayur lodeh dan warga yang ingin memakannya di area masjid wajib menerapkan protokol kesehatan.

Ketua Takmir Masjid Sabilurrosya'ad Haryadi mengatakan Ramadhan tahun lalu pihaknya tidak menyediakan takjil bubur lodeh. Kegiatan di area masjid tersebut juga ditiadakan.

"Untuk takjil bubur tahun kemarin karena pandemi, bahkan tidak ada Jumatan karena kegiatan di masjid dihentikan. Tapi untuk tahun ini diadakan lagi takjil bubur seperti biasa tapi dengan menerapkan prokes," kata Haryadi saat ditemui di Masjid Sabilurrosya'ad, Bantul, Rabu (14/4/2021).

Haryadi menyebut salah satu alasan menyediakan sayur lodeh ini karena masyarakat di sekitar masjid sudah terbiasa berbuka dengan bubur lodeh. Selain itu, tahun lalu pihaknya sama sekali tidak menyediakan takjil bubur lodeh.

"Tetap dilakukan karena sudah adat kita, dan sudah terbiasa. Apalagi ada masyarakat yang sudah terbiasa kalau berbuka harus dengan bubur karena merasa nyaman di perut," ucapnya.

Untuk Ramadhan tahun ini pihaknya menyediakan 100 porsi bubur lodeh. Hal ini untuk mengantisipasi kerumunan jemaah yang datang dan hendak berbuka puasa di masjid.

"Kalau makannya (bubur lodeh) tetap di sini (masjid) tapi jaraknya diatur, terus kalau datang harus pakai masker dan pakai dulu hand sanitizer," ujarnya.

"Untuk porsinya, rata-rata 100 porsi setiap hari karena menerapkan prokes. Karena normalnya 500 (porsi) lebih kalau tanpa prokes," lanjut Haryadi.

Mantan Takmir Masid Sabilurrosya'ad Nur Jauzak mengaku tidak tahu sejak kapan menu berbuka puasa di masjid tersebut dengan bubur sayur.

"Tidak ada yang tahu sejak kapan dimulainya buat bubur untuk takjil berbuka puasa. Tapi kemungkinan sudah ada sejak Panembahan Bodho (Raden Trenggono) ke sini saat menyebarkan agama Islam," ujar Nur saat diwawancarai tahun lalu.

Nur mengatakan pemilihan bubur sayur sebagai menu berbuka puasa selama bulan Ramadhan di Masjid Sabilurrosya'ad memiliki banyak makna. Produksi bubur itu pun berasal dari sumbangan masyarakat sekitar.

"Filosofi bubur kan halus ya dan halus itu bagus, jadi maksudnya mungkin agama Islam akan sangat diterima masyarakat jika masuknya dengan cara yang halus dan tanpa kekerasan," katanya.

(ams/sip)