Ujian Kelulusan SMP di Boyolali Mundur Tunggu Guru Divaksin Corona

Ragil Ajiyanto - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 15:43 WIB
Uji coba pembelajaran tatap muka di SMPN 1 Boyolali, Rabu (14/4/2021).
Suasana uji coba pembelajaran tatap muka di SMPN 1 Boyolali, Rabu (14/4/2021). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Pelaksanaan ujian kelulusan bagi siswa SMP di Boyolali, Jawa Tengah, diundur. Ujian kelulusan yang rencananya akan berlangsung secara tatap muka itu digelar setelah para gurunya disuntik vaksin Corona atau COVID-19.

"Mundur (ujian bagi siswa SMP di Boyolali)," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Darmanto, kepada detikcom, Rabu (14/4/2021).

Pelaksanaan ujian kelulusan bagi siswa SMP, lanjut Darmanto, telah diputuskan digelar secara luring atau tatap muka. Hanya saja, ujian secara luring itu dengan syarat semua gurunya juga harus sudah divaksin.

Sesuai kalender pendidikan, ujian kelulusan siswa kelas IX SMP dilaksanakan tanggal 19 April 2021. Sementara, banyak guru SMP di Boyolali yang belum mendapatkan vaksin. Sehingga Disdikbud Boyolali memutuskan mengundur jadwal ujian tersebut.

Darmanto mengatakan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan bahwa untuk vaksinasi pada tenaga kependidikan dan pendidik atau guru SMP baru selesai sekitar tanggal 28 April 2021. Dengan rincian tanggal 12, 13, 14 April pelaksanaan vaksin dosis I, kemudian dosis II rencananya dilaksanakan tanggal 26, 27 dan 28 April.

"Selesai vaksin baru kita izinkan ketemu siswa untuk ujian," kata Darmanto.

Dalam kesempatan yang sama, Darmanto mengatakan soal mutu pendidikan sangat dipengaruhi oleh motivasi belajar siswa. Hasil evaluasi pembelajaran secara daring dalam satu tahun ini, ternyata baik guru maupun siswa mengalami kesulitan.

"Jadi guru kesulitan menyajikan pembelajaran yang efektif dan efisien, guru kesulitan memahamkan anak-anak. Anak-anak kesulitan untuk paham. Sehingga dalam rangka mencapai dua hal itu, mutu pendidikan, motivasi belajar dan tetap dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19, maka kita adakan uji coba pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat," urai Darmanto.

"Kalau SMP, yang uji coba (sekolah tatap muka) baru dua, SMP Negeri 1 Boyolali dan SMP Negeri 2 Boyolali," pungkasnya.

(sip/rih)