Round-Up

Daftar Daerah di Jateng-DIY yang Turut Terguncang Gempa Malang M 6,1

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 07:50 WIB
Yogyakarta -

Malang diguncang gempa bermagnitudo (M) 6,1 pada Sabtu (10/4) kemarin. Guncangan gempa yang berada di zona megathrust ini turut dirasakan warga di sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Di Jateng, gempa Malang M 6,1 itu dirasakan warga di Kabupaten Rembang, Kota Magelang, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Blora, Kabupaten Sukoharjo, Solo, dan Kabupaten Klaten.

Sementara itu di DIY, gempa Malang M 6,1 dirasakan warga di Kabupaten Kulon Progo, Bantul, Kota Yogyakarta, Sleman dan Gunungkidul.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) juga menyebut getaran gempa Malang itu dirasakan di semua Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM).

"Gempa tanggal 10 April 2021 pukul 14:00:15 WIB terasa di semua Pos Pengamatan dan terekam di seluruh stasiun Merapi," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangannya, Sabtu (10/4).

Adapun Pos PGM berada di Kaliurang (Sleman), Babadan dan Ngepos (Magelang), serta Jrakah dan Selo (Boyolali). Hanik menjelaskan hingga saat ini dampak gempa bumi itu tidak mempengaruhi aktivitas Gunung Merapi.

"Hingga saat, ini tidak terlihat adanya pengaruh gempa tersebut terhadap aktivitas vulkanik Merapi," tegasnya, kemarin.

Untuk diketahui, Malang telah diguncang gempa bermagnitudo (M) 6,1. Fenomena alam ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan bangunan.

Dilansir BMKG lewat keterangan pers beberapa jam setelah gempa, Sabtu (10/4) kemarin, gempa ini terjadi pada siang kemarin, tepatnya pukul 14.00.15 WIB.

Pusat gempa (episenter) berada di lautan, sejauh 96 km arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, atau terletak di koordinat 8,89 Lintang Selatan dan 112,5 Bujur Timur. Pusat gempa berada pada kedalaman 80 km.

"Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempa bumi ini memiliki Magnitudo (M) 6,7. Kemudian di-update menjadi Magnitudo 6,1," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno lewat keterangan tertulis, Sabtu (10/4).

(rih/rih)