Round-Up

7 Fakta Gempa Malang M 6,1 yang Berada di Zona Megathrust

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 06:26 WIB
Gempa Malang M 6,7 10 April 2021. (Dok BMKG)
Gempa Malang M 6,1 10 April 2021. (Dok BMKG)
Jakarta -

Malang telah diguncang gempa bermagnitudo (M) 6,1. Fenomena alam ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan bangunan. Berikut 7 fakta gempa malang.

Dilansir BMKG lewat keterangan pers beberapa jam setelah gempa, Sabtu (10/4) kemarin, gempa ini terjadi pada siang kemarin, tepatnya pukul 14.00.15 WIB.

Pusat gempa (episenter) berada di lautan, sejauh 96 km arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, atau terletak di koordinat 8,89 Lintang Selatan dan 112,5 Bujur Timur. Pusat gempa berada pada kedalaman 80 km.

Berikut adalah 7 fakta gempa Malang yang berguncang kemarin siang:

1. Sempat tercatat sebagai M 6,7

Gempa M 6,1 ini sempat tercatat oleh BMKG sebagai gempa M 6,7. Melalui pemutakhiran data, dipastikan gempa ini berkekuatan M 6,1.

"Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempa bumi ini memiliki Magnitudo (M) 6,7. Kemudian di-update menjadi Magnitudo 6,1," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno lewat keterangan tertulis, Sabtu (10/4).

2. Gempa menengah

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan gempa M 6,7 yang mengguncang Kabupaten Malang termasuk jenis gempa menengah. Dari hasil analisis BMKG, gempa memiliki mekanisme pergerakan naik.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/4) kemarin.

3. Gempa Megathrust tanpa tsunami

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan gempa M 6,1 yang mengguncang Malang akibat adanya deformasi slip lempeng Australia. Gempa ini ada di zona megathrust.

Penampakan potensi gempa bumi megathrust selatan dalam buku pusat study gempa nasional (PUSGEN) 2017.Penampakan potensi gempa bumi megathrust selatan dalam buku pusat study gempa nasional (PUSGEN) 2017. Foto: Dok. Istimewa

"G Jadi ada di zona megathrust ya. Patut disyukuri dengan kedalaman 80 km itu tidak menimbulkan tsunami," kata Daryono dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Infobmkg.

Simak video 'Rusaknya Rumah-rumah di Lumajang Akibat Ganasnya Gempa Malang':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, jumlah korban jiwa: