Makam Keramat di Kudus Ini Simpan Kisah Cinta Terlarang Putri Sunan Muria

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 12:14 WIB
Suasana kompleks makam Kramat Masin Raden Ayu Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku, Desa Kandangmas Kecamatan Dawe, Kudus, Kamis (8/4/2021).
Suasana kompleks makam Kramat Masin Raden Ayu Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku Desa Kandangmas Kecamatan Dawe, Kudus, Kamis (8/4/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Sebuah makam kramat yang berada di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ini menyimpan cerita cinta terlarang putri Sunan Muria dengan muridnya. Makam itu terdiri dari Raden Ayu Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku. Lalu bagaimana ceritanya?

Makam Raden Ayu Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku berada di Dukuh Masin Desa Kandangmas Kecamatan Dawe. Lokasinya berjarak sekitar 17 kilometer atau ditempuh dengan berkendara selama 28 menit dari pusat Kota Kudus.

Lokasi makam berada di atas perbukitan di Desa Kandangmas. Di lokasi terlihat masih rimbun dengan pepohonan yang menjulang tinggi. Sesampai di lokasi pintu masuk makam, pengunjung harus berjalan kaki sejauh 200 meter untuk naik di perbukitan tempat makam Raden Ayu Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku.

Juru kunci makam, Anas Lirianto menuturkan di makam itu ada dua tokoh yang cukup dikenal oleh masyarakat luas. Kedua tokoh itu adalah Raden Ayu Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku. Raden Ayu Dewi Nawangsih merupakan putri dari Sunan Muria. Sedangkan Raden Bagus Rinangku merupakan putra Sultan Agung dari Kerajaan Mataram.

"Di sini ada makam Raden Ayu Diah Nawangsih dan Raden Bagus Rena, dua makam saja. Kalau Raden Ayu Nawangsih ini adalah merupakan putra dari Sunan Muria, kalau Raden itu trah dari Kerajaan Mataram," ujar Anas saat ditemui selepas acara seribu ingkung di lokasi, Kamis (8/4/2021).

Anas menjelaskan ada cerita secara turun temurun yang hingga sekarang masih dipercaya oleh masyarakat luas. Terutama terkait dengan kisah cinta terlarang antara Raden Ayu Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku.

Konon ceritanya sosok Raden Ayu Dewi Nawangsih memiliki paras wajah yang cantik. Kecantikannya kemudian membuat murid Sunan Muria, Raden Bagus Rinangku jatuh cinta.

"Dulunya Raden Bagus itu mencari ilmu kepada Sunan Muria sampai ketemulah Raden Ayu di sana," jelas Anas.

Anas mengatakan kedua sosok tersebut kemudian saling jatuh cinta. Namun Raden Ayu ternyata sudah dijodohkan ayahnya Sunan Muria dengan seorang kiai bernama Kiai Cibolek. Hubungan Raden Ayu dengan Raden Bagus ternyata tidak direstui oleh Sunan Muria.

Suasana kompleks makam Kramat Masin Raden Ayu Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku, Desa Kandangmas Kecamatan Dawe, Kudus, Kamis (8/4/2021).Suasana kompleks makam Kramat Masin Raden Ayu Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku, Desa Kandangmas Kecamatan Dawe, Kudus, Kamis (8/4/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom0

"Raden Ayu itu sudah dijodohkan yang namanya Kiai Cibolek sama Sunan Muria itu, jadi hubungan Raden Ayu dan Raden Bagus itu tidak direstui," ungkapnya.

Lanjut Anas, suatu ketika Raden Bagus disuruh untuk menjaga padi Sunan Muria. Namun padi yang dijaga habis dimakan burung dan diketahui oleh Sunan Muria. Raden Bagus berupaya untuk menutupi kejadian tersebut dan mengatakan kepada Raden Ayu. Dia mempercayainya.

Lalu Raden Ayu mengatakan kepada ayahnya bahwa padi tidak dimakan burung. Lantas Sunan Muria tidak begitu saja percaya. Singkat cerita konon Sunan Muria murka dan melepaskan busur panah kepada Raden Bagus, karena telah berbohong. Saking cinta kepada Raden Bagus, kemudian Raden Ayu menimpangi busur panah yang berada di badannya. Hingga terjadi insiden meninggal bersama-sama di Dukuh Masin Desa Kandangmas.

"Intinya Raden Bagus ini disuruh menjaga padinya Sunan Muria, karena ternyata Raden Ayu itu tresno (atau) suka, nyusul ke sini ke tempat ini. Sampai terjadi insiden Raden Bagus meninggal di sini bersama Raden Ayu di sini," ceritanya.

Makam dibuka untuk peziarah pada hari-hari tertentu...

Selanjutnya
Halaman
1 2