Round-Up

Pakar Tidak Setuju Larangan Mudik, Harusnya Bagaimana?

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 08:00 WIB
Akibat larangan mudik membuat Terminal Tanjung Priok, Jakarta, sepi dari aktivitas. Begini penampakannya.
Ilustrasi (Foto: Pradita Utama)
Semarang -

Larangan mudik kembali dilakukan Pemerintah di saaat pandemi COVID-19 yang belum usai. Di Jawa Tengah titik-titik penyekatan sudah disiapkan, meski demikian pakar transportasi menilai pemerintah tidak perlu mengeluarkan larangan lagi.

Larangan mudik untuk masa Idul Fitri itu tertuang lewat peraturan Menhub No PM 13 tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama Idul Fitri 1442 H pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.

Menanggapi aturan larangan mudik, di Jawa Tengah disiapkan 85 pos penyekatan yang 14 diantaranya berada di perbatasan antar Jawa Tengah dengan provinsi lain yaitu:

Jateng-jabar
1. Tol Pejagan
2. Pantura: Pangkalan truk Kecipir, Brebes
3. Selatan: Patimuan, Cilacap.

Jateng-DIY
4. Jalur Selatan di Bagelen, Purworejo
5 . Jalur Tengah di Salam , Magelang
6. Selatan di Prambanan, Klaten.

Jateng-Jatim
7. Tol Sragen
8. Pantura di Sarang, Rembang
9. Cepu, Blora
10. Selatan ada di Cemorokandang, Karanganyar
11. Nambangan, Wonogiri
12. Sambungmacan, Sragen.

"Dua lagi Cilacap (Mergo) dan Banyumas," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafirudin saat dihubungi detikcom, Kamis (8/4).

Dalam SE Menhub tersebut ada pengecualian untuk kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik, yaitu bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang.

Selain itu, pelaku perjalanan orang lintas kota/kabupaten/provinsi/negara selama bulan Ramadan dan idul fitri wajib memiliki print out surat izin perjalanan.

"Tol dan arteri akan disekat.Plat B akan kami kembalikan. Antar kota saja silakan. Provinsi saja, dari Jakarta, Jatim, Jabar, DIY tidak boleh masuk. Sama tahun lalu, penyekatan," jelas Rudy.

Selanjutnya: pakar transportasi sodorkan alternatif tanpa melarang mudik

Simak Video: Ini Kendaraan dan Warga yang Boleh-Tidak Boleh Mudik via Darat

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2