Ramadhan 2021

Warga di Klaten Gelar Sadranan Sederhana, Pajang Wayang-Jajan Pasar

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 18:57 WIB
Sadranan sederhana di Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Klaten, Rabu (7/4/2021).
Sadranan sederhana di Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Klaten, Rabu (7/4/2021). (Foto: dok. warga RW 4 Klepu, Ceper, Klaten)
Klaten -

Di tengah pandemi COVID-19, warga di Kabupaten Klaten tetap menggelar tradisi sadranan atau ruwahan secara sederhana. Seperti di Kecamatan Ceper, warga hanya memajang wayang dan jajan pasar tanpa dalang untuk menghindari kerumunan.

"Karena mau sadranan tidak diizinkan, kita tetap adakan tradisi tanpa kerumunan. Kita setel VCD pentas wayang," kata Ketua RW 4 Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Edi Santoso, kepada detikcom, Rabu (7/4/2021).

Edi menjelaskan, sadranan sudah menjadi tradisi sejak lama di dusunnya. Dalam sadranan biasanya ditampilkan pentas wayang kulit sebagai hiburan.

Namun karena pandemi COVID-19, warga terpaksa tidak menggelar sadranan seperti biasanya.

"Biasanya ada pentas wayang kulit. Tapi sejak ada pandemi COVID tahun lalu tidak ada sadranan dan wayangan," jelas Edi.

Termasuk tahun ini, lanjut Edi, warga sebetulnya ingin menampilkan pentas wayang kulit namun belum diizinkan. Sehingga sadranan diadakan secara sederhana yakni memajang wayang dan memutar VCD.

"Diputarkan VCD wayang siang sampai sore dengan lakon Gatotkaca Winisuda. Malamnya juga ada lagi tapi lakon berbeda," ujar Edi.

Menurutnya, pemutaran VCD wayang kulit itu ditonton oleh warga. Tetapi yang menonton tidak berkerumun dan jumlahnya dibatasi.

"Yang menonton cuma beberapa orang warga menghindari kerumunan. Kita cuma ingin nguri-uri (merawat) tradisi saja sehingga warga tetap guyub rukun," lanjutnya.

Warga Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Parwito, mengatakan acara sadranan sederhana ini dilakukan di taman kampung. Wayang dipajang seperti saat pentas wayang biasa.

"Wayang tetap dipajang, ada jajan pasar. Tapi pentas wayangnya virtual dengan menonton di televisi yang diputarkan VCD," kata Parwito.

Pantauan detikcom, ada sekitar lima tokoh wayang yang dipajang dari Pandawa dan Kurawa. Wayang ditancapkan gedebok pisang selayaknya pentas sungguhan dengan gunung di tengahnya.

Di depan wayang tampak jajanan pasar dipajang. Mulai dari makanan khas sampai buah-buahan.

Selain di Desa Klepu, tradisi sadranan dan bersih makam juga dilaksanakan di daerah lain. Di desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, warga juga berdatangan ke makam.

Warga membawa bunga tabur, membersihkan makam dan berdoa. Di Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, warga membersihkan makam dan ziarah.

Terpisah, tim ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Roni Roekmito mengatakan pelaksanaan sadranan diizinkan. Namun harus tetap menaati protokol kesehatan.

"Diizinkan tapi tetap taati protokol kesehatan. Pentas wayang boleh tapi secara virtual," kata Roni.

(rih/ams)