Jelang Ramadhan, Pemkab Klaten Minta Warga Buka Bersama di Rumah Saja

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 15:47 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani, Selasa (30/3/2021).
Bupati Klaten Sri Mulyani, Selasa (30/3/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten - Pemkab Klaten mengizinkan masyarakat mengadakan dan mengikuti kegiatan keagamaan di bulan Ramadhan 2021 dengan protokol kesehatan. Namun warga diimbau untuk tak perlu buka puasa bersama dan tetap di rumah saja.

"Salat tarawih, tadarusan kan diizinkan. Salat Id juga diizinkan tapi intinya pedomani PPKM dan harus menaati protokol kesehatan, intinya itu," kata Bupati Klaten Sri Mulyani kepada wartawan di Pemkab Klaten, Rabu (7/4/2021).

Tetapi untuk kegiatan buka bersama, Mulyani meminta ditiadakan dan diimbau dilaksanakan di rumah masing-masing.

"Bukbernya nanti di rumah masing-masing saja. Demi sehatnya, bukber bersama tapi tidak sehat ngapain, lebih baik di rumah," ujar Mulyani.

Meskipun secara umum kegiatan Ramadhan di Klaten diizinkan, namun aturan PPKM mikro tetap berlaku. Yakni desa yang masuk zona merah maka dilarang menggelar kegiatan bersama.

"Tarawih dan lainnya di daerah zona merah tidak boleh. Atau yang ada karantina RT, dukuh dan desa tidak boleh," jelasnya.

Mulyani menambahkan, Pemkab Klaten saat ini terus mengupayakan pelaksanaan vaksinasi. Usulan kuota vaksin tambahan awalnya diusulkan 20 ribu dosis tapi hanya disetujui 10 ribu. Target vaksinasi selanjutnya di antaranya adalah para penceramah di kegiatan Ramadhan.

"Saya sudah mengusulkan ke ketua DPR RI meminta vaksin tambahan. Ini sudah disetujui dan nanti kita prioritaskan mana yang diberikan, mungkin bagi ustaz yang memberikan tausiah nanti kita vaksin jika sudah datang," paparnya.

Terkait mudik 2021, Mulyani meminta masyarakat menaati instruksi pemerintah. Meski demikian pihaknya juga menyiapkan langkah antisipasi jika ada yang nekat mudik.

"Kalau ada yang mudik nekat-nekat ya ada sanksinya bawa syarat ini itu. Itu harus kita kedepankan," ujarnya.

"Untuk karantina di setiap desa, kecamatan memanfaatkan potensi yang ada. Di kabupaten ada Edotel, panti semedi, RSD Bagas Waras juga selalu memberikan pelayanan, terbaik," imbuhnya.

Sementara itu, tim ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Roni Roekmito mengatakan surat edaran (SE) tentang kegiatan Ramadhan sedang disusun.

"Sudah ada edaran dari Kemenag dan MUI segera kita buat SE Bupati. Tarawih boleh, salat id boleh tapi yang akan kita bicarakan tempatnya," kata Roni kepada wartawan.

Untuk salat tarawih harus mematuhi protokol kesehatan. Termasuk dalam hal jumlah jemaah hanya 50 persen dari kapasitas tempat ibadah.

"Tetap gunakan 50 persen kapasitas. Jam dari Kemenag kita imbau untuk memperpendek pelaksanaan waktunya (ibadah)," imbuh Roni.

(rih/sip)