Hotel Brothers Solo Baru Disita Terkait ASABRI, Bagaimana Nasib Karyawan?

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 14:58 WIB
Solo -

Hotel Brothers di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) karena tersangkut skandal ASABRI, pekan lalu. Bagaimana nasib karyawan hotel tersebut?

"Operasional hotel masih berjalan seperti biasa. Tidak ada PHK, gaji karyawan tetap diberikan seperti biasa," kata Manajer Hotel Brothers, Frans Siswanto, dalam jumpa pers di Hotel Brothers, Rabu (7/4/2021).

Menurutnya, kejaksaan tidak memberikan surat perintah untuk menutup hotel. Sehingga pihaknya tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

"Kemarin dari Kejagung memang menyita. Tapi tidak ada surat yang meminta untuk ditutup, jadi kita tetap buka," ujar dia.

Terkait kasus hukumnya, Frans enggan menanggapi. Dia hanya mengatakan bahwa pemilik Hotel Brothers adalah Jimmy Tjokrosaputro. Diketahui bahwa Jimmy adalah adik dari tersangka kasus Jiwasraya dan Asabri Benny Tjokrosaputro.

"Pemiliknya Pak Jimmy Tjokrosaputro, masih saudara (dengan Benny Tjokrosaputro). Tapi masalah hukumnya saya tidak berkapasitas untuk itu," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kejagung terus melacak dan menyita aset milik para tersangka dalam skandal Asabri. Kali ini, Kejagung menyita Hotel Brothers Solo Baru milik tersangka skandal ASABRI Benny Tjokrosaputro.

"Penyitaan satu bidang tanah dan/atau bangunan tersebut telah mendapatkan izin Ketua Pengadilan Negeri Sukoharjo dengan Surat Penetapan Nomor 82/Pen.Pid/2021/PN.Skh tanggal 1 April 2021," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan pers tertulisnya, Senin (5/4).

Leonard menerangkan penyitaan aset Hotel Brothers Solo Baru milik Benny Tjokro itu telah sesuai sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 1931 seluas 3.109 meter persegi. Hotel yang terletak di Desa Langenharjo, Grogol, Jawa Tengah itu merupakan atas nama PT Brother Graha Pratama.

"Kali ini penyitaan aset tersangka yang berhasil disita yaitu aset yang terkait tersangka BTS berupa 1 bidang Tanah dan atau bangunan sesuai sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 1931 seluas 3.109 M2 yang terletak di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah dengan Pemegang Hak atas nama PT Brothers Graha Pratama (Hotel Brothers Solo Baru)," ungkap Leonard.

Leonard menyebut semua aset sitaan itu akan dilakukan penaksiran di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Hal itu dilakukan sebagai upaya penyelamatan keuangan negara akibat kasus perusahaan pelat merah itu.

"Terhadap aset tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya," tuturnya.

(sip/rih)