Mau Mudik ke Banyumas Lur? Siap-siap Karantina dan Tes Antigen Berbayar

Arbi Anugrah - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 14:21 WIB
Bupati Banyumas, Achmad Husein, Sabtu (13/2/2021).
Bupati Banyumas, Achmad Husein, Sabtu (13/2/2021). (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas akan menyiapkan ruang karantina di GOR Satria Purwokerto dan tingkat desa untuk menyambut pendatang yang nekat mudik Lebaran 2021. Selain itu, Pemkab juga menyiapkan 23 ribu tes antigen berbayar untuk warganya yang ngeyel mudik.

"Larangan kan sudah jelas, tapi kan tetap ada yang nerobos. Yang nerobos, secara persuasif diminta karantina di desa atau di GOR nanti disiapkan. Itu alternatif pertama, kedua kita siapkan tes cepat antigen," kata Bupati Banyumas, Achmad Husein kepada wartawan usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Banyumas, Rabu (7/4/2011).

Husein mengatakan jika pihaknya menyiapkan 23 ribu tes cepat antigen sebagai alternatif kedua. Tes antigen ini disiapkan bagi warga yang nekat mudik dan tidak mau menjalani karantina.

"Target 23 ribu (untuk pemudik yang nekat), kita siapkan tes cepat antigen. Saya minta kepada gugus tugas desa, RT, RW, sebagai pintu gerbang terakhir, yang sudah paling dekat dengan masyarakat untuk bisa antisipasi dengan baik," jelasnya.

Untuk antisipasi pemudik yang nekat masuk ke Banyumas, pihaknya juga bakal melakukan penyekatan di wilayah perbatasan.

"Penjagaan seperti dulu, di perbatasan ada, tapi selama berapa hari kita akan berjaga di sana (nanti akan dibahas). Kan ada yang nerobos lewat jalur tikus," ujarnya.

Husein merinci ada tiga alternatif penerapan biaya tes cepat antigen bagi para pemudik tersebut. Bagi warga yang mampu diminta membayar penuh, sedangkan bagi warga tidak mampu akan diberikan subsidi oleh Pemkab Banyumas namun dengan syarat tertentu.

Meski begitu, soal biaya ini masih dalam pembahasan. Sebagai gambarannya, biaya yang akan dikenakan kepada para pemudik ini diperkirakan di bawah Rp 100 ribu.

"Belum ditentukan. Untuk beli alatnya sekitar Rp 50.000 sampai Rp 55.000, kemudian untuk tenaga kesehatan, untuk transportasi dan lain-lain, sekitar Rp 70.000 mungkin (biayanya)," ujar Husein.

Simak video 'Ada Varian Baru COVID-19, Satgas: Jangan Mudik Dulu!':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)