Pakaian Wanita Korban Pembunuhan di Kulon Progo Terbuka, Diperkosa?

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 14:02 WIB
NAF (22), pria yang tega menghabisi nyawa dua wanita muda di Kulon Progo ternyata residivis kasus pencurian dan pemerasan pada 2018 silam. NAF juga diketahui merupakan pengangguran.
NAF (tengah), tersangka pembunuhn dua wanita muda di Kulonprogo. (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo - Polres Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengungkap fakta baru terkait kasus pembunuhan dua wanita muda di Kulon Progo. Pelaku NAF (22) diketahui sempat akan menyetubuhi salah satu korbannya Dessy Sri Diantary (22), tetapi urung dilakukan.

"Dari pemeriksaan pelaku mau menyetubuhi korban pertama (Dessy), tapi mengetahui korban sudah tak bernyawa pelaku mengurungkan niatnya, akhirnya ditinggal. Makanya waktu ditemukan kondisi baju dan celana korban agak terbuka setengah badan," ungkap Kasubbag Humas Polres Kulon Progo, Iptu I Jengah Jeffry kepada wartawan di Mapolres Kulon Progo, Rabu (7/4/2021).

Dessy merupakan korban pertama NAF. Perempuan asal Gadingan, Wates itu dibunuh di Wisma Sermo, Karangsari, Pengasih, Kulon Progo, pada Selasa (23/3).

Jeffry mengungkap sebelum tewas, Dessy sempat memberikan perlawanan. Dessy sendiri, kata Jeffry, memiliki ilmu bela diri. Namun saat berhadapan dengan pelaku, ilmu tersebut tak terlalu membantu sebab Dessy sudah dalam kondisi tak berdaya lantaran sebelumnya telah dicekoki minuman beracun oleh pelaku.

"Dengan kondisi itu, ada kemungkinan ilmu bela diri korban tidak maksimal, sehingga dapat dengan mudah dibunuh pelaku," beber Jeffry.

Sebelumnya diberitakan, Polres Kulon Progo meringkus NAF, warga Tawangsari, Pengasih lantaran terbukti menjadi pelaku pembunuhan Takdir Sunariati (21) yang mayatnya ditemukan di dalam kantor Dermaga Wisata Pantai Glagah, Jumat (2/4) malam.

Berdasarkan pemeriksaan petugas tersangka juga mengaku jadi pelaku pembunuhan Dessy Sri Diantary di Wisma Sermo Karangsari, Pengasih, Kulon Progo, Selasa (23/3) sebelumnya.

Polisi menyebut pelaku membunuh karena ingin menguasai harta korban. Sebelum meregang nyawa, korban sempat dicekoki minuman beracun. Setelah menghabisi nyawa korbannya, NAF membawa motor korban pertama yaitu Dessy Sri Diantary, untuk selanjutnya dijual di wilayah Magelang, Jateng. Saat ini barang bukti motor dalam pencarian personil Polres Kulon Progo.

Sementara motor milik korban kedua Takdir Sunariati, disembunyikan di parkiran Stasiun Wates dan sudah berhasil diamankan petugas.

Kedua korban dibunuh dengan cara yang hampir sama, yaitu melalui racun dalam minuman. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku sempat memberikan korban minuman bersoda yang telah dicampur obat sakit kepala. Hal itu menyebabkan korban kejang-kejang dan tak berdaya.

Di saat itu juga kepala korban dibenturkan ke lantai yang mengakibatkan matinya korban dengan luka memar dan pendarahan bilik otak bagian kepala sisi belakang sehingga menyebabkan penekanan pusat pernafasan dan mati lemas (asfiksia).

Atas perbuatannya NAF akan dikenakan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 365 ayat 3 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang Menyebabkan Orang Mati, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. Namun apa bila dalam pemeriksaan terdapat unsur perencanaan maka akan diterapkan pasal pembunuhan berencana pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Lihat juga video 'Pemuda di Cianjur Bacok Ayah Kandungnya Hingga Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/ams)