Usai Digeledah Densus 88, Kantor Syam Organizer Yogya Masih Digaris Polisi

Heri Susanto - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 12:37 WIB
Kantor Syam Organizer Yogyakarta digeledah Densus 88 pada Minggu (5/4/2021).
Kantor Syam Organizer Yogyakarta digeledah Densus 88 pada Minggu (4/4/2021). Foto: Heri Susanto/detikcom
Yogyakarta -

Kantor Syam Organizer yang kemarin digeledah tim Densus 88 Antiteror di Jalan Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron, Yogyakarta kini digaris polisi. Tak ada lagi aktivitas perkantoran di lembaga yang mengatasnamakan kegiatan kemanusiaan tersebut.

"Sudah kosong. Tidak ada orang," kata salah seorang satpam yang berada di depan Kantor Syam Organizer, Agung saat ditemui di lokasi, Kalurahan Kumendaman, Kemantren Mantrijeron, Yogyakarta, Senin (5/4/2021).

Bangunan kantor berlantai dua tersebut berstatus sewa. Kemudian tanah dan bangunan kantor Syam Organizer itu diketahui milik dari warga setempat.

Pantauan di lokasi siang ini, bangunan kantor Syam Organizer ini terletak di penggal jalan milik Pemkot Yogyakarta. Suasana jalan itu terlihat sepi saat jam kerja.

Kawasan Kantor Syam Organizer berada di kompleks permukiman dan hotel. Sebelah timur dan selatan kantor tersebut berdampingan dengan hotel. Kemudian di sisi timur berjarak jalan sepetak ada bangunan masjid.

Warga mengaku sering melihat penghuni kantor ke masjid untuk menjalankan ibadah seperti biasa. Warga tak mencurigai jika kantor dua lantai bercat merah itu terkait dengan teroris.

"Ya seperti biasa pada umumnya. Kalau pas jam salat mereka ada beberapa ke masjid," kata Agung.

Diberitakan sebelumnya, penggeledahan tersebut berlangsung pada Minggu (4/4), pukul 13.30-18.00 WIB. Selama penggeledahan itu sepanjang ruas Jalan Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron, Yogyakarta ditutup selama lima jam.

Ketua RT setempat, Setyo Karjono, yang ikut menjadi saksi penggeledahan itu mengungkap ada juga seorang perwakilan dari warga yang diminta menjadi saksi.

Dia menerangkan Densus 88 menggeledah semua ruangan yang ada di kantor Syam Organizer yang berlantai dua tersebut. Setyo menyebut semua dokumen yang ada diperiksa dan diangkut oleh Densus 88.

"Mereka periksa dengan teliti. Ada dokumen, komputer, laptop sama semacam kaleng (kotak infak), satu truk penuh," kata Setyo kepada wartawan kemarin.

Simak juga 'Momen Densus 88 Geledah Ponpes di Sleman':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/mbr)