Round-Up

Kejinya Pembunuh 2 Wanita di Kulon Progo yang Sudah Dianggap Saudara

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 08:35 WIB
Tersangka pembunuhan wanita berkaki palsu di Kulon Progo, Sabtu (3/4/2021).
NAF, tersangka pembunuhan 2 wanita di Kulon Progo. (Foto: dok Humas Polres Kulon Progo)
Kulon Progo -

Seorang pria di Kulon Progo tega menghabisi nyawa wanita muda berkaki palsu di Kantor Dermaga Wisata Pantai Glagah, Temon, Kulon Progo. Pelaku ternyata dikenal dekat dengan korban.

Pelaku, berinisial NAF (22) telah mengenal korban Takdir Sunariati (21) sejak tiga bulan lalu. NAF juga dekat dengan keluarga korban. Saking dekatnya pria asal Tawangsari, Pengasih itu bahkan sudah dianggap seperti saudara.

"Pelaku ini udah deket seperti saudara, sering ke sini juga, kayak pas kemarin hari Minggu (28/3/2021) dia (pelaku) malah seharian main di sini, sorenya yang nganter pulang ya Takdir," kata kakak korban, Sunardi, 40, saat ditemui wartawan di rumah duka Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo, Minggu (4/4).

Takdir merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Ia tinggal serumah dengan orang tuanya di Paingan. Keempat kakaknya tinggal terpisah, ada yang masih satu RT ada pula yang di luar daerah. Sunardi sendiri tinggal bersama istrinya di Wareng, Donomulyo, Nanggulan.

Sunardi mengatakan NAF merupakan teman dari adik laki-lakinya yang tinggal dekat dengan rumah Takdir. Karena itu NAF kerap datang ke rumah sang adik. "Kadang kalau adik saya yang laki-laki tidak lagi di rumah, pelaku mampir sini, ngobrol-ngobrol aja. Dari situ dia [pelaku] jadi akrab dengan Takdir juga," ujarnya.

Di mata Sunardi, NAF, dikenal sebagai pribadi yang santun dan supel. "Dia (pelaku) itu supel, baik, kata-katanya halus jadinya mudah dekat dengan keluarga kami," ungkap Sunardi.

Siapa sangka, kedekatan itu justru berujung petaka. Nyawa Takdir habis di tangan NAF. Mayat perempuan disabilitas itu ditemukan di dalam kantor Dermaga Wisata Pantai Glagah, Jumat (2/4) sekitar pukul 20.00 WIB.

Sunardi berharap pelaku bisa diganjar hukuman maksimal, yakni hukuman mati. "Kalau kami sekeluarga karena merasakan kehilangan sangat dalam kan sakit hati ya, apalagi meninggalnya seperti itu, kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya, harapannya bisa dihukum mati," pungkasnya.

Berdasarkan pemeriksaan Satreskrim Polres Kulon Progo, tersangka juga jadi dalang pembunuhan Dessy Sri Diantary (22) warga Gadingan, Wates, Kulon Progo di Wisma Sermo Karangsari, Pengasih, Kulon Progo, Selasa (23/3).

Tak hanya membunuh, NAF turut menggasak harta benda milik korbannya. Hingga saat ini polisi masih mendalami motif tersangka melakukan perbuatan kejinya.

Lihat juga video 'Pemuda di Cianjur Bacok Ayah Kandungnya Hingga Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)