Adem! Masjid-Gereja Berdampingan, Pengurus Masing-masing Kakak Beradik

Dian Utoro Aji - detikNews
Jumat, 02 Apr 2021 14:09 WIB
Masjid dan gereja di berdampingan di Desa Tempur, Keling, Jepara
Masjid dan gereja di berdampingan di Desa Tempur, Keling, Jepara. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Jepara -

Sebuah desa di lereng Gunung Muria Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ternyata menyimpan kehidupan yang memiliki toleransi yang tinggi. Di sana terdapat tempat ibadah masjid dan gereja yang lokasinya berdampingan.

Desa itu adalah Desa Tempur Kecamatan Keling. Lokasinya berjarak 51 kilometer dari pusat Kota Jepara atau sekitar 1 jam 32 menit dengan berkendara sepeda motor.

Untuk sampai di sana melewati jalan yang berliku. Terutama dari Kecamatan Keling. Jalannya naik turun disertai pemandangan yang masih hijau.


Sesampai di lokasi, tepatnya Dukuh Pekoso Desa Tempur terdapat masjid dan gereja yang bersebelahan. Nama gereja itu Gereja Injil Tanah Jawa dan Masjid Nurul Hikmah.

Menariknya mereka dapat hidup rukun dan nyaman meski berbeda keyakinan dan agama. Bahkan di beberapa kegiatan hingga saat perayaan hari besar mereka hidup berbaur menjadi satu.

"Di situ ada monumen ciri khas. Yakni satu masjid, dan satu gereja itu berdampingan. Itu sebagai bukti, hidup berdampingan tidak ada perbedaan," kata Kades Tempur, Mariyono saat ditemui di lokasi, Jumat (1/4/2021).


Mariyono menuturkan Desa Tempur termasuk desa yang memiliki rasa toleransi tinggi. Di desa tersebut mayoritas beragama Islam. Meskipun perbedaan keyakinan namun bisa hidup secara berdampingan.

"Tempur termasuk desa toleransi sangat tinggi, karena di wilayah presentasi 98 persen adalah Islam. Sisanya (beragama) Kristen," terang dia.

Dia pun mencontohkan saat perayaan hari besar mereka pun saling menghormati. Selain itu sehari-hari pun warga yang memiliki perbedaan agama tetap membaur bersama-sama.

"Tolong menolong di sisi sosial saling melengkapi kami tidak membeda-bedakan dari sisi agama, lebih mengedepankan kebersamaan warga. Warga non muslim saat raya Idul Fitri juga ikut berkunjung ke tempat rumah-rumah keluarga muslim yang merayakan. Misalkan natal kita juga teman muslim bergotong royong pelaksanaan, terutama Banser ikut merayakan perayaan. Ini menunjukkan toleransi, perbedaan tidak menjadi masalah," lanjut Mariyono.

Simak juga video 'Masjid Istiqlal Sediakan Parkir Bagi Jemaat Misa Jumat Agung':

[Gambas:Video 20detik]






Berikutnya: Pengurusnya kakak beradik

Selanjutnya
Halaman
1 2