Ayah dan Anak di Brebes Ini Saling Lapor ke Polisi Soal Rumah-Mobil

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 17:13 WIB
Paulus Silalahi (71) dilaporkan anak kandungnya atas dugaan penggelapan mobil di Brebes, Kamis (1/4/2021).
Paulus Silalahi (71) dilaporkan anak kandungnya atas dugaan penggelapan mobil di Brebes, Kamis (1/4/2021). (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Brebes -

Ayah dan anak kandungnya yakni Paulus Silalahi (71) dan Benry Silalahi (48) saling mengadu ke polisi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Keduanya saling tuduh soal dugaan penggelapan mobil dan sertifikat rumah.

"Prosesnya masih mengumpulkan keterangan. Ini saling lapor antara anak dan bapak," ujar Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Agus Supriadi, kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Ditemui wartawan usai diperiksa polisi, Paulus Silalahi menceritakan dirinya dituduh menggelapkan mobil oleh anaknya, Benny. Padahal, kata Paulus, mobil tersebut adalah miliknya yang dia beli dengan uangnya sendiri. Aduan Benry ke polisi bernomor: Dumas/39/II/2021/ Reskrim tanggal 2 Februari 2021.

"Saya dituduh anak saya menggelapkan mobil. Saya tidak tahu artinya apa yang saya gelapkan, karena mobil dan harta ini milik saya. Mobil ini saya beli dari uang saya," ujar Paulus kepada wartawan di Polres Brebes, hari ini.

Paulus mengungkap Benny merupakan anaknya semata wayang. Selain itu, dia mengaku telah memberi Benny 6 unit mobil.

"Itu karena anak saya menjadi harapan penerus keluarga satu-satunya. Namun apa yang terjadi, anak kandung saya malah tega melaporkannya ke polisi," kata dia.

Selain itu, Paulus mengatakan ada banyak hartanya yang sudah diatasnamakan anaknya, Benny. Harta tersebut, kata Paulus, berupa tanah, rumah dan mobil. Dia juga mengaku tak tahu pasti alasan anaknya mengadu ke polisi.

"Kalau ditotal nilainya mencapai ratusan miliar. Ya saya pikir karena anak saya ini harapan satu-satunya," tutur Paulus.

Kuasa hukum Paulus, Harto Banjarnahor, menambahkan kliennya dipolisikan anak kandungnya atas tuduhan penggelapan mobil pada 27 April 2020. Mobil yang diduga digelapkan itu, kata Harto, merupakan mobil yang dibeli oleh Paulus dari uangnya sendiri.

Harto juga mengungkap mobil tersebut selama ini dipakai Paulus untuk berkegiatan sehari-hari.

"Sebagai warga negara yang patuh hukum, klien saya ini tetap memenuhi panggilan polisi. Nanti hasilnya bagaimana kita tunggu proses hukum yang masih berjalan ini," kata dia.

Diwawancara terpisah, Benry Silalahi mengatakan latar belakang laporannya. Didampingi ibu kandungnya, Tiomanur, Benry mengungkap latar belakang kasus ini karena ayahnya memilik anak dari perempuan lain.

"Sebenarnya ini gara-gara pelakor. Dasarnya adalah somasi dari Paulus Silalahi yang meminta saya untuk mengakui anak dari hasil hubungan gelap antara Paulus dengan pelakornya. Anak dari hasil hubungan gelap antara Paulus dan pelakor supaya memiliki hak waris. Ini kan konyol, saya suruh mengakui anak dari perkawinan yang tidak sah. Secara hukum pihak polisi perlu menyelidiki perkawinan mereka sah atau tidak," urai Benry saat ditemui wartawan di rumahnya.

Benry mengatakan laporannya kepada polisi bukan semata-mata soal harta melainkan untuk melindungi ibunya, Tiomanur. Keputusannya untuk melaporkan ke polisi merupakan permintaan sang ibu karena mobil yang diperkarakannya merupakan atas nama Benry.

"Ibu saya marah karena mobil itu parkir terus di rumah pelakor itu. Sudah sejak lama sampai hari ini mereka yang menikmati. Mama saya tidak setuju mobil itu dikuasai oleh pelakor itu. Karena pelakor itu sudah kenyang dikasih mobil, rumah sama bapak Paulus," paparnya.

Benry mengungkap sang ibu juga pernah diusir oleh ayahnya...

Selanjutnya
Halaman
1 2