Jelang Paskah, 2/3 Personel Polda Jateng Amankan Gereja

Ragil Ajiyanto - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 13:17 WIB
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi, di Mako Brimob Gunung Kendil, Mojosongo, Boyolali, Senin (1/4/2021)
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi, di Mako Brimob Gunung Kendil, Mojosongo, Boyolali, Senin (1/4/2021) Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali -

Pascabom bunuh diri di gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, dan serangan di Mabes Polri, Polda Jawa Tengah (Jateng) meningkatkan kewaspadaan. Personel Polda Jateng pun disiagakan untuk mengamankan perayaan Paskah 2021.

"Semuanya (termasuk Brimob) tergerak. Jadi dua per tiga anggota kita di seluruh jajaran sudah tergeser di masing-masing gereja yang menjadi pengaman kegiatan ibadah dari masyarakat kita," ujar Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi usai membuka Latihan Ketangkasan Brimob Polda Jateng di Mako Brimob, Gunung Kendil, Mojosongo, Boyolali, Kamis (1/4/2021).

Luthfi mengatakan para kapolres di Jawa Tengah sudah mengadakan rapat bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) di masing-masing wilayahnya. Rapat tersebut antara lain untuk pengamanan kegiatan masyarakat, khususnya saat perayaan Paskah ini.

"Para kapolres di seluruh jajaran Polda Jawa Tengah, telah mengadakan rapat Forkopimda, terkait dengan cara bertindak di lapangan, di mana di masing-masing gereja sudah diploting anggota kita. Sehingga tidak ada alasan umat nasrani untuk terganggu dalam hal kegiatan ibadah di gerejanya masing-masing," kata Luthfi

Lutfhi juga mengimbau masyarakat di Jawa Tengah tetap tenang. Pihaknya memastikan pelayanan kepolisian tetap berjalan meski ada serangan di Mabes Polri.

"Pelayanan kepolisian khususnya di Polda Jateng tetap berjalan. Masyarakat diimbau tetap tenang, bahwa kita tidak akan pernah takut dengan adanya tindak pidana teroris itu sendiri. Kita telah menyiapkan kesiap-siagaan kita, baik itu personel, kemudian mako, maupun obyek-obyek lainnya dengan meningkatkan kewaspadaan yang kita punyai, tanpa mengurangi pelayanan kepada Polri kepada masyarakat," urai Luthfi.

"Oleh karena itu harapan saya, saya Kapolda Jawa Tengah mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang. Bahwa semuanya jaminan keamanan diberikan untuk masyarakat kita," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Luthfi menjelaskan terkait latihan ketangkasan Satuan Brigade Mobile (Brimob) Polda Jawa Tengah di Boyolali hari ini.

"Latihan dimaksud untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka menghadapi eskalasi kerawanan Harkamtibmas (pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat) khususnya Polda Jawa Tengah," kata katanya.

Korps Brimob sebagai pasukan khusus di jajaran institusi Polri, lanjutnya, harus dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam menanggulangi situasi darurat, membantu tugas-tugas kepolisian kewilayahan serta dituntut mampu menangani kejahatan intensitas tinggi terorganisir, bersenjata api dan bahan peledak.

"Lebih penting lagi, dengan adanya latihan ini pasukan Brimob kita bisa diandalkan dalam rangka memberikan jaminan keamanan kegiatan-kegiatan Kepolisian, khususnya wilayah Polda Jateng," imbuhnya.

Luthfi juga menyebutkan bahwa tindak pidana terorisme merupakan suatu kejahatan transnasional crime, di samping extraordinary crime. Oleh karena itu sebagai anggota Polri, khususnya Brimob perlu meningkatkan kemampuannya dalam rangka menyiapkan jaminan keamanan kepada anggota itu sendiri, baik itu di mako, kemudian di tugas-tugas Kepolisian, maupun di Pos-pos terkecil yang merupakan simbol hadirnya negara di tengah-tengah masyarakat.

"Ciri pasukan terlatih, pasukan khusus adalah manakala kita semua terampil, mempunyai mental yang siap pakai kapanpun, di manapun kita digerakkan bisa menganalisa. Sehingga kalian bisa mengambil tindakan yang profesional, dan proporsional. Ini gunanya kita dilakukan latihan," pungkasnya.

Simak Video: Tim Jibom Gegana Polda Jateng Sisir Gereja-gereja di Solo

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)