Polisi Sebut Boyamin Cs Tak Berhak Gugat Kasus Komentar Negatif ke Gibran

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 13:12 WIB
Kuasa hukum tergugat membacakan eksepsi di sidang Praperadilan kasus komentar negatif ke Gibran di PN Solo, 30/3/2021
Kuasa hukum tergugat membacakan eksepsi di PN Solo, 30/3/2021. (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Sidang praperadilan kasus postingan Arkham Mukmin yang menyinggung jabatan Gibran Rakabuming Raka kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo hari ini. Pihak kepolisian sebagai tergugat menyebut penggugat tak punya legal standing melakukan gugatan dalam kasus tersebut.

Sidang yang dipimpin hakim tunggal Sunaryanto dengan agenda pembacaan jawaban permohonan (eksepsi) molor hampir satu jam dari jadwal sebelumnya pukul 10.00 WIB. Sidang baru dibuka oleh hakim pukul 10.59 WIB dan tergugat diminta menyampaikan jawaban atau eksepsinya.

Salah satu kuasa hukum tergugat Kapolresta Surakarta Kombes Adi Safri Simanjuntak yakni AKP Ibnu Suka, menyampaikan bahwa permohonan yang diajukan oleh pemohon cacat. "Permohonan praperadilan pemohon cacat formal karena pemohon tidak mempunyai legal standing untuk mengajukan praperadilan ini," kata Ibnu di persidangan di PN Surakarta, Selasa (30/3/2021).

Selain itu, permohonan pemohon juga dinilai cacat karena obscuur libel/kabur/tidak jelas/error in objecto. Dengan pertimbangan tersebut, termohon pun berharap hakim menolak permohonan.

"Yang Mulia berkenan memutuskan sebagai berikut, menerima eksepsi, menolak atau setidak-tidaknya tidak menerima permohonan praperadilan karena cacat formal. Membebankan seluruh biaya perkara yang timbul kepada pemohon," sambungnya.

Selain itu Ibnu juga mengguraikan kronologi kasus postingan Arkham Mukmin tersebut di hadapan majelis hakim.

Usai menyampaikan isi eksepsi sebanyak tujuh halaman selanjutnya, hakim Sunaryanto menanyakan kepada pemohon apakah akan menanggapi jawaban atau replik yang akan diajukan oleh pemohon.

"Apakah akan ada replik atau masih seperti semula langsung pembuktian?," tanya Sunaryanto. Pihak pemohon pun mengatakan tidak akan mengajukan replik dan langsung mendatangkan ahli pidana pada sidang berikutnya yang digelar pada Rabu (31/3).

Selanjutnya: tanggapan penggugat terkait jawaban polisi tersebut