Mengaku Dihamili-Diancam, Wanita Ini Polisikan Oknum Kades di Pekalongan

Robby Bernardi - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 16:04 WIB
Oknum kades di Pekalongan dipolisikan seorang wanita dengan tuduhan penganiayaan, Rabu (24/3/2021).
Oknum kades di Pekalongan dipolisikan seorang wanita dengan tuduhan kekerasan, Rabu (24/3/2021). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kabupaten Pekalongan -

Perempuan berinisial N (27) mengadukan seorang oknum kades di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah kepada polisi. N mengaku dirinya dihamili, diancam, dan jadi korban kekerasan oleh oknum kades tersebut.

"Mau mencari keadilan. Pengaduan dan pelaporan atas peristiwa yang saya alami. Kekerasaan, ancaman dan saat ini saya hamil," ujar N kepada detikcom di Polres Pekalongan, Rabu (24/3/2021).

N yang saat ini sedang hamil 11 minggu mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres Pekalongan bersama ayahnya. Dia mengaku telah menjadi korban kekerasan dan ancaman oknum kades itu sejak tahun 2015.

"Ya pernah dijanjikan mau menikah. Tapi, sampai saat ini belum dilakukan. Malah justru mengancam keluarga saya," kata dia.

Oknum kades di Pekalongan dipolisikan seorang wanita dengan tuduhan penganiayaan, Rabu (24/3/2021).Oknum kades di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dipolisikan seorang wanita dengan tuduhan penganiayaan, Rabu (24/3/2021). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)

Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Akhwan Nadzirin, mengatakan polisi akan menindaklanjuti aduan N. Dia juga membenarkan pihak yang diadukan N merupakan seorang kades.

"Untuk langkah selanjutnya, kita lengkapi saksi-saksi dan alat buktinya. Yang jelas, pengaduan ini tetap kita tindak lanjuti," kata Akhwan.

"Ya, yang dilaporkan itu oknum kades. Masih kita dalami," lanjut dia.

Dihubungi terpisah, kades yang diadukan oleh N yakni E menepis tuduhan itu. Dia mengklaim masalahnya dengan N telah selesai.

"Saya tidak melakukan kekerasan. Justru sejak dia ditinggalkan ayahnya, saya sering membantu dia. Sebenarnya, masalah ini sudah selesai dan saya siap bertanggung jawab menikahinya," kata Kades berinisial E itu.

(sip/ams)