Ini 4 SMP hingga MA di Klaten yang Bakal Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 14:06 WIB
Tim Ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dr Roni Reokmito
dokter Roni Reokmito. (Foto: Acmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Empat sekolah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah diizinkan untuk melaksanakan uji coba pembelajaran atau sekolah tatap muka. Empat sekolah itu meliputi SMP, SMA, SMK dan MA.

"Ada empat sekolah yang akan uji coba tatap muka. Yaitu SMPN 2, SMAN 3, SMKN 3 dan MAN Karanganom, Kecamatan Klaten Utara," jelas Tim Ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Roni Reokmito pada wartawan di kantor Pemkab Klaten, Rabu (24/3/2021).

Roni Reokmito menjelaskan sesuai dengan surat edaran gubernur, yang diizinkan sekolah tatap muka terbatas hanya tingkat SMP dan SMA sederajat. Pemkab Klaten sudah merencanakan uji coba di empat sekolah tersebut.

"Jadi SMP, SMA, SMK dan MA masing-masing satu sekolah. Pendidiknya disyaratkan sudah divaksin semua dan usianya di bawah 50 tahun," lanjut Roni.

Menurut Roni, untuk tingkat SD sejauh ini belum ada yang diizinkan sekolah tatap muka. "Untuk SD masih menunggu hasil uji coba yang ini dulu. Kita sudah minta Dinas Kesehatan mempersiapkan vaksin dan sudah disiapkan vaksinya," papar Roni.

Sekolah tatap muka itu, sambung Roni, belum akan diikuti oleh seluruh siswa. Satgas juga akan tetap mengawal pelaksanaannya sehingga benar-benar aman.

"Belum (semua siswa masuk) dan kita tetap memantau. Tapi ini kita masih menunggu SE perpanjangan PPKM dulu dan semoga hari ini keluar," ujar Roni.

Sekda Klaten, Jaka Sawaldi, menambahkan tingkat SD belum bisa melaksanakan sekolah tatap muka. Kemudian untuk melaksanakan uji coba sekolah tatap muka, lanjut dia, semua pendidik dan nonpendidikannya harus sudah vaksin.

"Baik tenaga pendidik dan nonpendidik sudah harus vaksin semua. Untuk SD masih menunggu petunjuk lanjutan," terang Jaka Sawaldi pada wartawan di kantor Pemkab Klaten hari ini.

Secara umum, ungkap Jaka Sawaldi, mayoritas orang tua menghendaki anaknya masuk sekolah. Namun hal itu tidak mungkin dilakukan sebab mempertimbangkan banyak hal.

"Izin orang tua merupakan prosedur untuk bisa tatap muka tapi kita juga melihat situasi dan kondisi. Masukan masyarakat ingin segera tatap muka tapi kita mempertimbangkan aspek keselamatan," jelas Jaka.

(sip/sip)