Sumber Air di Karanganyar Bisa Terbakar, Ini Kata Pakar UNS

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 20 Mar 2021 18:52 WIB
Solo -

Sumber air yang dapat terbakar jika disulut api ditemukan di Dusun Dukuh, Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Fenomena apa sebetulnya yang terjadi? Berikut penjelasan pakar lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UNS, Prof Pranoto, mengatakan fenomena tersebut seperti gas alam yang terjadi di Mrapen, Grobogan. Namun di Gondangrejo kebetulan air dan gas bercampur menjadi satu.

"Kalau di Mrapen itu gas dan airnya tidak keluar di satu titik. Itu pun airnya hanya rembesan. Kalau di Gondangrejo ini airnya keluar bersama gas, makanya bisa menyala kena api," kata Pranoto saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/3/2021).

Menurutnya, gas yang keluar berjenis metana atau biogas. Sebab bau yang keluar tidak menyengat.

"Menurut saya itu kemungkinan metana atau biogas. Kalau ada kandungan H2S atau hidrogen sulfida pasti bau menyengat seperti kentut," ujar dia.

Pranoto mengatakan fenomena tersebut bukanlah sesuatu yang berbahaya. Dia yakin air dan gas tersebut lama kelamaan akan berhenti memancur.

"Memang kalau menembus sampai ke akuifer bisa memancur seperti itu. Tapi lama kelamaan pasti akan habis, seperti di Mrapen itu. Kecuali kalau dipasang pipa dan disambung pompa air," ujar dia.

Sementara terkait rasa asin pada air, Pranoto meyakini air tersebut bukan air laut. Maka ikan air tawar pun bisa hidup di sumber air tersebut.

"Air itu asin karena mengandung NaCl atau garam murni. Kalau air laut itu beda, ada kandungan logam Mg, Fe dan sebagainya," pungkas Pranoto.

Diberitakan sebelumnya, sumber air yang bisa terbakar tersebut berada di halaman rumah milik warga, Solihin (54). Sumber air ini merupakan bekas sumur bor yang tidak jadi digunakan karena airnya tidak layak konsumsi.

Dari luar, terlihat pipa sepanjang sekitar 60 sentimeter. Di ujung pipa, air terus menerus mengalir keluar.

Secara sepintas tidak ada bau menyengat yang keluar dari air tersebut. Namun setelah dicicipi, airnya berasa asin.

"Awalnya memang dari pihak desa melakukan pengeboran sumur dalam untuk mencari sumber air bersih, bulan September 2019 lalu. Dari pengeboran di enam titik berbeda, dua sumur berhasil mengeluarkan air, salah satunya sumur yang ada di halaman rumah saya ini," ujar Solihin, saat ditemui detikcom di rumahnya, Sabtu (20/3).

Selang beberapa waktu, lanjut Solihin, air yang mengalir dari lubang sumur bor tersebut semakin lama semakin deras. Belakangan diketahui, air yang keluar dari sumur tersebut bisa terbakar jika disulut api.

"Awalnya itu anak-anak muda itu iseng, malam-malam mau lihat sumber airnya. Karena gelap, mereka menyalakan korek. Ternyata menyambar dan timbul apinya," kata Solihin.

(bai/rih)