Bocah Asal Purbalingga yang Viral Dirantai Bakal Dicek Psikologisnya

ADVERTISEMENT

Bocah Asal Purbalingga yang Viral Dirantai Bakal Dicek Psikologisnya

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 18:56 WIB
ilustrasi anak trauma
Foto: ilustrasi anak/thinkstock
Purbalingga -

Bocah di Purbalingga, Jawa Tengah, yang videonya viral dirantai, M (7) bakal dicek psikologisnya. Hal ini untuk memberikan pemulihan trauma setelah mendapat perlakuan pemasungan dan dirantai oleh orang tuanya.

"Jumat (19/3) besok anaknya dicek psikologinya untuk pemulihan trauma," kata Pendamping Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Hapus Kekerasan Perempuan dan Anak (Harapan) Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdalduk KB P3A) Kabupaten Purbalingga, Liana Widyawati, saat dihubungi detikcom, Kamis (18/3/2021).

Liana mengatakan sementara M masih dititipkan ke rumah neneknya. Sementara itu orang tua bocah itu, dari informasi yang diterima Liana, masih diperiksa oleh pihak kepolisian.

"Anak masih di mbahnya. Begitu kunjungan Bupati (Senin 15/3) saya kaget ibunya di situ. Saya wanti-wanti jangan dibawa pulang dulu, tunggu stabil keadaannya," terang Liana.

Dari pengakuan korban, bocah itu mengaku sudah tiga kali dirantai oleh orang tuanya. Sedangkan menurut orang tuanya hal itu dilakukan karena anaknya nakal.

"Menurut pengakuan sudah 3 kali dirantai tapi dalam waktu berbeda. Alasannya anaknya nakal. Saya coba minta keterangan tetangga, bilangnya ya namanya anak kayak gitu, tetangga menganggap masih wajar," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, video seorang anak yang ditemukan warga dalam kondisi dirantai oleh orang tuanya di Purbalingga, Jateng, viral. Polisi menyebut alasan orang tua merantai anak tersebut karena harus meninggalkannya sendiri di dalam rumah.

"Perlu kami jelaskan bahwa terkait hal tersebut sudah dilakukan pemeriksaan. Ini merupakan tindakan yang tidak dibenarkan yaitu mengikat anak dengan rantai saat ditinggal pergi," kata Kapolres Purbalingga AKBP Fannky Ani Sugiharto kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Senin (15/3).

Dari hasil pemeriksaan, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan terhadap anak tersebut saat dirantai. Selain itu, polisi menemukan makanan dan minuman untuk si anak selama ditinggal sendirian.

Akibat video bocah itu viral, warga menolak keberadaan keluarga tersebut. Polisi mengaku bakal berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dan warga di lingkungan tempat tinggal orang tersebut.

Sementara itu pihak pemerintah desa membenarkan adanya penolakan warga. Kepala Desa Kalimanah Kulon, Nur Cahyadi, mengatakan pihaknya berusaha menggelar mediasi bersama warga dan tokoh masyarakat setempat agar ada titik temu dalam permasalahan ini.

"Apapun alasannya hal itu tidak baik, namun warga juga tidak boleh menghukum dengan caranya sendiri karena kita hidup di negara hukum," kata Cahyadi.

Lihat juga Video: Viral Pria Pukul Bocah Gegara Sarung di Minimarket Jakpus

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT