ADVERTISEMENT

Penampakan Green House Rp 2 M dari Penyelewengan Bansos Corona Banyumas

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 11:32 WIB
Lokasi green house yang diduga dibangun dari duit penyelewengan bansos Corona senilai Rp 2,1 miliar. Green house ini berlokasi di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Banyumas.
Green house yang diduga dibangun dari penyelewengan bansos Corona senilai Rp 2,1 miliar. (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto menetapkan AM (26) dan MT (37) sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan Corona dari Ditjen Bina Penta Kemenaker RI senilai Rp 2,1 miliar. Dana itu dipakai untuk membuat green house. Seperti apa penampakannya?

Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, green house tersebut berada di lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi. Pembangunannya sudah dilakukan sekitar 50 persen namun terhenti sejak Kejari Purwokerto memasang garis penyitaan aset, sepekan lalu.

Green house tersebut berada di ketinggian sekitar 600-700 mdpl lereng Gunung Slamet di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Banyumas. Untuk menuju lokasi harus melewati jalan aspal yang hanya bisa dilewati satu kendaraan roda empat. Jalan berkontur menanjak dan menuju arah wana Pramuka yang merupakan tempat camping ground.

Green house dari penyelewengan Bansos Corona di BanyumasGreen house dari penyelewengan Bansos Corona di Banyumas (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)

Di lokasi yang terdiri dari tiga tingkatan, juga sudah terpasang sekitar tujuh green house. Hanya di tingkatan kedua dan ketiga yang telah terpasang green house, itu pun belum seluruhnya. Tak ada pekerja di lokasi tersebut, hanya ada beberapa orang yang bekerja untuk pembangunan rumah kayu milik tempat wisata yang ada di lokasi tersebut.

Muhammad Nuh (48), salah seorang pekerja yang ikut membantu membangun green house tersebut mengatakan aktivitas pembangunan sudah terhenti sejak seminggu lalu. "Di sini yang bertanggungjawab ya AM dan MT, sering ngecek ke sini setiap hari. Saya ikut kerja pasang bata, diupah 80 ribu sehari," kata Nuh kepada wartawan, Kamis (18/3/2021).

Seorang konsultan pertanian yang tidak ingin disebutkan namanya, menceritakan rencana pembangunan dan peruntukan green house tersebut. "Yang bangun green house teman, yang menanam saya. Ya yang bangun masih tim saya," kata sumber tersebut.

Dijelaskan bahwa pembangunan green house tersebut mulai dilakukan sejak Januari 2021, dan rencananya akan mulai ditanami bibit melon dan sayuran pada Mei 2021.

"Pembangunan sejak Januari dan seharusnya sudah jadi, tapi hujan hujan terus. Rencana mulai tanam bulan lima (Mei). Ketambahan ada kendala seperti ini, saya juga tidak tahu itu dana dari mana, saya tahunya ada orang mau bikin ya kita bikin, saya jual dia beli gitu aja," ujarnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT