Bansos Corona Rp 2,1 M di Banyumas Diselewengkan untuk Bikin Green House

ADVERTISEMENT

Bansos Corona Rp 2,1 M di Banyumas Diselewengkan untuk Bikin Green House

Arbi Anugrah - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 15:07 WIB
Lokasi green house yang diduga dibangun dari duit penyelewengan bansos Corona senilai Rp 2,1 miliar. Green house ini berlokasi di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Banyumas.
Penampakan green house yang diduga dibangun dari duit penyelewengan bansos Corona senilai Rp 2,1 miliar (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menetapkan AM (26) dan MT (37) sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan Corona senilai Rp 2,1 miliar. Duit yang seharusnya untuk kepentingan 48 kelompok tani itu diduga digunakan untuk membangun green house melon di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Banyumas.

"(Penggunaan dana itu) Kemarin sudah kita sampaikan, itu untuk green house melon di sana, itu sudah kita sita, belum jadi itu (green house) dan yang kemarin kita sita itu (uang) dari kedua tangan mereka," kata Kepala Kejari Purwokerto Sunarwan kepada wartawan usai acara ground breaking pembangunan perumahan di Kecamatan Sumbang, Rabu (17/3/2021).

Pantauan di lokasi siang ini, area tempat green house itu dipasang garis dilarang melintas dari kejaksaan. Luas green house yang belum selesai pembangunannya itu sekitar 2 ribu meter persegi.

Untuk menuju ke lokasi green house melon ini, harus melewati jalan aspal yang hanya bisa dilalui satu mobil. Jalan di sekitar lokasi juga menanjak dan dekat dengan lokasi camping ground.

Salah seorang pekerja, Muhammad Nuh (48), menyebut aktivitas pembangunan di lokasi itu terhenti sejak seminggu lalu. Tepatnya saat seluruh area green house dipasangi garis dilarang melintas dari kejaksaan.

"Di sini yang bertanggung jawab ya AM dan MT, sering ngecek ke sini setiap hari. Saya ikut kerja pasang bata, diupah Rp 80 ribu sehari. Ini sudah berhenti seminggu sejak dipasang garis (kejaksaan), pembangunan green house disetop," kata Nuh kepada wartawan siang ini.

Dia mengatakan jika penggarapan green house ini sudah dimulai sejak tiga bulan lalu. Tepatnya saat mulai ada dana yang turun, pembangunannya sendiri dikerjakan oleh sekitar 40 orang.

"Penggarapan ini sekitar 3 bulanan, awal ada uang langsung dibangun, orang yang buat banyak ada sekitar 40-an. Dipasang garis (oleh kejaksaan) sekitar semingguan, sore hari sebelum maghrib," ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Desa Sokawera, Misbah Arie mengatakan jika sejak awal pembangunan green house tersebut tidak melalui desa. Pihaknya mengaku tidak tahu soal pembangunan green house itu maupun kasus yang menjerat kedua tersangka.

"Tidak lewat lewat desa, ada kelompoknya (tani) tapi kurang paham. Desa tidak dilibatkan, kayak misal proposal biasanya ada tanda tangan kepala desa, jadi desa tidak tahu kalau ada bantuan dari kementerian, tahu tahu sudah kayak gini," jelasnya.

Selanjutnya sosok kedua tersangka bansos Corona Rp 2,1 miliar di mata Sekretaris Desa...

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT