Melihat Suasana Simulasi Sekolah Tatap Muka SMP di Solo Hari Ini

Ari Purnomo - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 10:37 WIB
Sekolah tatap muka di Seorang siswa SMP Negeri 13 Solo, Kamis (18/3/2021).
Sekolah tatap muka di Seorang siswa SMP Negeri 13 Solo, Kamis (18/3/2021). (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Klaten -

Sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Solo, Jawa Tengah sudah mulai menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka hari ini. Salah satunya yakni di SMPN 13 Solo, seperti apa suasananya?

"Simulasi PTM pertama untuk siswa kelas 9, dengan nomor absen mulai 1-16," kata Kepala SMPN 13 Solo, Kucisti Ike Retnaning Tiyas Suryo Putro kepada wartawan saat ditemui di sekolah, Kamis (18/3/2021).

Salah satu syarat bagi siswa yang dapat mengikuti simulasi sekolah tatap muka adalah sudah mendapatkan persetujuan atau izin dari orang tua. Harus ada bukti atas persetujuan tersebut.

"Ini dibuktikan dengan surat pernyataan bahwa mereka (orang tua) bersedia mengantar dan menjemput peserta didik," ucapnya.

Sedangkan, lanjut Ike, persyaratan yang kedua adalah mereka harus berada di zona hijau untuk COVID-19.

"Besok juga ada simulasi lagi untuk siswa kelas 9 untuk nomor absen 17-32, insyaallah mau melaksanakan PTM Senin 22 Maret," ungkapnya.

Simulasi sekolah tatap muka digelar selama dua jam saja yakni mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Sedangkan untuk persiapan sekolah tatap muka, Ike menyampaikan, sekolah sudah melakukan berbagai tahapan penerapan protokol kesehatan (prokes).

"Persiapan sudah dilakukan dengan penataan dan pembenahan, termasuk juga dengan keberadaan tempat cuci tangan, hand sanitizer di setiap ruang kelas, kenyamanan sekolah, masuk keluar alur," ujarnya.

Ike melanjutkan pihaknya akan melakukan evaluasi terkait dengan simulasi yang sudah berlangsung hari ini. Jika nantinya, hasil evaluasi dirasa sudah cukup baik maka akan dilakukan simulasi fase satu pada Senin pekan depan.

"Sesuai dengan yang diinstruksikan dari Dinas Pendidikan bahwa fase pertama dilakukan untuk kelas tertinggi, maksimal separuh dari jumlah siswa, baru kemudian kelas di bawahnya.

Ike mengungkap 95 persen orang tua muridnya setuju dengan sekolah tatap muka.

"5 persen yang belum setuju, seperti di kelas 9G ada satu anak yang belum disetujui. Ada yang setuju tapi ortu tidak bisa antar jemput," katanya.

Simak juga 'Vaksinasi Guru Dikebut, Purwakarta Siap Gelar Sekolah Tatap Muka':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)