ADVERTISEMENT

Round-Up

Fakta-fakta Terbaru Pembacokan Imam Subuhan di Musala Temanggung

Eko Susanto - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 09:54 WIB
Garis polisi dilarang melintas..Grandyos Zafna//ilustrasi/detikcom
Ilustrasi garis polisi. (Foto: Grandyos Zafna)
Temanggung -

Imam musala Al Iman Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Muhndori (69) dan istrinya dibacok saat sedang sholat subuh. Polisi mengungkap kasus pembacokan ini telah direncanakan pelaku berinisial M (60).

"Ya perencanaan. Ya kan mempersiapkan kayak tombak, dari kayu dibentuk kayak tombak dikasih mata pisau. Terus ngasah, mempertajamkan bendo itu proses dari hari Jumat (12/3) sore," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Setyo Hermawan saat dihubungi wartawan, Senin (15/3/2021).

Pembacokan tersebut terjadi pada Minggu (14/3), pukul 04.45 WIB. Istri korban, Trimah (55), yang berniat melindungi suaminya justru terkena bacokan dan tewas usai mendapatkan perawatan di RSUD Temanggung. Sedangkan Muhndori kini masih mendapatkan perawatan intensif. Korban mengalami luka cukup parah di tubuh bagian belakang dan lengan.

"Sudah membaik, tapi masih perawatan intensif karena lukanya cukup parah. Kalau luka pastinya, saya belum tahu karena memang belum mendapatkan salinan dari rumah sakit, visum belum dapat," ujarnya.

"Kalau bagiannya ya bagian belakang tubuh, karena diserang dari belakang, di lengan juga ada," sambungnya.

Sementara itu, tersangka pembacokan, M, saat ini masih diperiksa di Mapolres Temanggung. Setyo menyebut kondisi tersangka sehat dan tidak menunjukkan gangguan kejiwaan.

"Tersangka sehat kok. Nggak ada (kelainan), sehat, normal," ujarnya.

Nantinya segera menggelar rekonstruksi kasus pembacokan imam subuhan di Temanggung ini. Hal ini untuk membuat terang peristiwa pembacokan yang diduga sudah direncanakan tersangka. Kini tersangka terancam hukuman mati.

"Ya pasti kita rekonstruksi. Kasusnya kita anggap 340 (berencana), otomatis kita hati-hati di dalam menerapkan pasalnya, unsurnya apa saja, makanya untuk menerangkan membuat terangnya salah satu langkap penyidikannya adalah rekonstruksi," terang Setyo.

"Kita lengkapi dulu gimana jalan cerita, menurut saksi siapa, keterangannya siapa,nanti setelah itu lengkap baru kita rekonstruksi," tuturnya.

Adapun pembacokan tersebut diduga dilakukan pelaku saat korban tahiyat akhir. "Pas tahiyat akhir," kata Setyo Hermawan.

Setyo mengatakan motif pembacokan itu karena masalah pribadi. Pihaknya menegaskan kasus ini bukan terkait isu kepercayaan atau agama. "Kalau ceritanya sih banyak ya bertetangga masalah nggak cuman satu, tapi yo memang masalah pribadi nggak ke mana-mana," ujarnya.

Polisi meminta kasus ini tidak dikaitkan dengan isu kepercayaan atau agama. "Saya minta kepada semua pihak untuk tetap menahan diri, tidak terpengaruh atas isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Kita dari pihak kepolisian akan terus melakukan penegakan hukum, penanganan secara tuntas, secara maksimal. Saya minta semuanya tetap menahan diri demi kondusifitas situasi di Temanggung," tutur Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi kepada wartawan di Polsek Kaloran, Minggu (14/3).

Simak juga 'Gerombolan ABG Keroyok-Bacok Juru Parkir di Subang':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT