Populer Sepekan

Bonggol Pisang Langka Berukuran 3 Meter yang Bikin Kaget di Kudus

Dian Utoro Aji - detikNews
Minggu, 14 Mar 2021 11:10 WIB
Bonggol pisang berukuran 3 meter di Kudus, Rabu (10/3/2021).
Bonggol pisang berukuran 3 meter di Kudus, Rabu (10/3/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Sebatang bonggol pohon pisang unik atau tidak lazim ditemukan warga di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Bonggol pisang itu berukuran mencapai 3 meter dan sehingga disebut langka.

Bonggol tanaman pisang berukuran mencapai 3 meter itu tumbuh di pekarangan belakang rumah milik Junaidi warga Kelurahan Purwosari Kecamatan Kota. Saat dikunjungi tanaman pisang itu pun masih dibiarkan di dalam tanah, Rabu (10/3).

Pemilik pekarangan, Junaidi mengatakan tanaman pisang di pekarangannya itu sudah ada selama bertahun-tahun. Namun pada pertengahan bulan Februari 2021 lalu, tanaman pisang itu akhirnya ditebang dan dibersihkan. Saat itulah ternyata ditemukan bonggol tanaman pisang yang berukuran panjang mencapai 3 meter.

"Ini jenis tanaman pisang sobo. Bulan Februari pertengahan kemarin saya bersihkan, batu bata ini saya singkirkan untuk menanam lagi. Terus saya titik (bersihkan) tek-tek, lalu saya buka (batu bata di dalam tanah) seperti ini, batu bata seperti ini. Seperti ada ular gitu. Ternyata bonggol tanaman pisang," jelas Junaidi saat ditemui di lokasi, Rabu (10/3/2021).

"Terus saya bongkar, kok memanjang. Terus saya laporkan kepada adik saya. Ini menarik ini," sambung dia.

Dari pantauan di lokasi bonggol pisang itu masih berada di dalam tanah galian. Terlihat bonggol pisang berwarna kecoklatan sepanjang kira-kira 3 meter.

Bonggol pisang berukuran 3 meter di Kudus, Rabu (10/3/2021).Bonggol pisang berukuran 3 meter di Kudus, Rabu (10/3/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)

"Itu sudah tiga meter lebih. Belum sampai ujungnya saja ya. Ini kan sejak pertengahan Februari sehingga agak alum (layu)," ucapnya.

Padahal kata dia ukuran bonggol pisang paling besar mencapai 50 sentimeter. Sedangkan ukuran bonggol pisang kecil hanya 10 sentimeter.

"Biasanya, ukurannya bisa ini kemungkinan 40 sentimeter 50 sentimeter paling gede (besar). Kalau anaknya 5 sentimeter ada 10 sentimeter. Ini kok bisa panjang entah," ungkapnya.

Junaidi menuturkan selama ini tanaman pisang itu berbuah normal. Menurutnya setiap setengah tahun sekali memetik buahnya. Dia pun memilih untuk membiarkan bonggol tanaman pisang itu di dalam tanah.

"Buah pisangnya normal. Dulu besar dulu. Terus banyak sekali, pisang satu tundun pernah tak jual sampai Rp 175 ribu. Terakhir kemarin menurun Rp 150 ribu dijual," kata dia.

"Kalau tidak menarik perhatian saya bongkar. Siapa tahu nanti ada yang cari dan dimanfaatkan. Keunikan sendiri bisa dimanfaatkan," lanjutnya.

Diwawancarai terpisah, Dosen Fakultas Pertanian di Universitas Muria Kudus, Hendi Hendro, menuturkan secara sekilas menurutnya temuan itu bukan akar. Menurutnya temuan tersebut berupa bonggol pisang yang memanjang. Penemuan itupun menurutnya adalah suatu yang langka.

"Kalau saya amati itu bukan akar tapi bonggol (batang pisang) yang memanjang. Diketahui bahwa ciri khas akar, tidak ada ruas-ruas, jika ada ruas berarti bukan akar. Seperti diketahui akar pisang itu serabut bukan tunggang," kata Hendi saat dihubungi detikcom.

"Ada fenomena yang unik dan langka, bahwa ada bonggol pisang yang menjalar panjang," lanjutnya.

Lalu, berapa ukuran normal bonggol pohon pisang?

Tonton juga Video: Unik Menarik Pipa Rokok Bonggol Pisang Pemalang

[Gambas:Video 20detik]



Hendi menjelaskan bonggol pisang wajarnya berukuran kecil. Wajarnya kata dia bonggol pisang berukuran sekitar 30 sentimeter.

"Ya seperti bonggol pisang yang normal pendek yang ada di pangkal debog atau batang semu. Sekitar 20-30 sentimeter tebalnya. Tergantung besar kecilnya pisang," ujarnya.

Dia menduga ada faktor yang menyebabkan bonggol pisang tumbuh panjang. Salah satunya akibat adanya aktivitas jaringan meristem primer yang di ujung akar mengalami diferensiasi, sehingga menyebabkan bonggol menjadi panjang.

Bonggol pisang berukuran 3 meter di Kudus, Rabu (10/3/2021).Bonggol pisang berukuran 3 meter di Kudus, Rabu (10/3/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)

"Kemungkinan besar terjadi akibat adanya aktivitas jaringan meristem primer yang ada di ujung akar maupun batang dan dalam pembelajaran sel mengalami diferensiasi, sehingga menjadi pemanjangan," ungkapnya.

"Pemanjangan tidak pada mestinya, bisa saja karena pohon pisang tersebut mempunyai hormon pertumbuhan yang berlebih tidak seperti normal yang ada," pungkas Hendi.

(sip/sip)