Terungkap! Ini Tarif Prostitusi Anak Berkedok Bisnis Wisma di Pemalang

Robby Bernardi - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 17:27 WIB
Internet search bar with phrase prostitution
Ilustrasi prostitusi (Foto: iStock)
Pemalang -

Prostitusi anak di bawah umur berkedok wisma plus-plus di wilayah Moga, Pemalang, dibongkar polisi. Pemilik wisma sekaligus muncikari, MS (29), menawarkan jasa Rp 500 ribu sekali kencan dengan korban.

"Pelaku menerima jasa dari tamu sebesar Rp 500 ribu," kata Kapolres Pemalang, AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho, kepada wartawan, Jumat (5/3/2021).

Bisnis ini terungkap dari adanya laporan warga yang curiga dengan aktivitas di wisma yang di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, tersebut. Hampir setiap hari, warga melihat anak-anak perempuan di bawah umur keluar-masuk di wisma milik MS itu.

Kepada polisi, MS mengaku biasa menawarkan jasa prostitusi untuk pria hidung belang lewat koleksi foto-foto korban. Dia mematok sewa kamar seharga Rp 150 ribu sedangkan Rp 200 ribu untuk upah sebagai muncikari.

"(Dari Rp 500 ribu itu) Korban mendapatkan upah Rp 150 ribu," jelas Ronny.

MS diciduk saat tertangkap basah tengah menawarkan jasa korban kepada pria hidung belang, Kamis (4/3) kemarin. Dalam kasus ini, polisi menyita uang senilai Rp 500 ribu dan dua ponsel.

"Pelaku, kita amankan saat menawarkan korban pada pemesannya," terang Ronny.

Atas perbuatannya, MS dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 81 dan atau pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau pasal 88 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman kurungan maksimal 15 tahun.

"Kita jerat dengan pasal berlapis, dengan ancaman hukuman maksimal lima belas tahun penjara," sebut Ronny.

(ams/rih)