Round-up

Hati-hati! Ratusan Luweng di Wonogiri Terbentuk dari Bebatuan yang Larut

Aris Arianto - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 09:03 WIB
Luweng yang sempat hilang selama 93 tahun akhirnya ditemukan di Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. Foto : istimewa dari relawan Desa Sumberagung
Penampakan salah satu luweng di Wonogiri (Foto: (istimewa dari relawan Desa Sumberagung)
Wonogiri -

Di wilayah Wonogiri selatan tercatat ada ratusan luweng atau sumur dalam vertikal. Dari jumlah itu sekitar 50-an buah termasuk berukuran besar.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto kepada detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (3/3/2021), membeberkan, ratusan luweng tersebar di wilayah Wonogiri selatan. Meliputi Kecamatan Paranggupito, Pracimantoro, Eromoko, Giriwoyo, Manyaran, dan Giritontro.

Hingga saat ini masih ada luweng yang diperkirakan hilang atau tertimbun sedimentasi. Namun belum diketahui jumlah pastinya. Sejumlah daerah seperti Kecamatan Pracimantoro, masih berupaya mencari keberadaannya dengan bantuan alat berat.

Luweng yang besar berukuran diameter lebih dua meter. Tidak diketahui berapa kedalaman atau panjang dari luweng yang besar-besar itu. Salah satunya berada beberapa ratus meter dari simpang empat Kecamatan Pracimantoro. Luweng di tempat ini tidak tertutup atau tertimbun tanah dan masih bisa mengalirkan air.

"Sebagian mulut luweng sudah diberi penyaring sampah dari anyaman besi, sebagian lagi belum dipasangi," jelas Bambang.

Menurut dia, luweng berfungsi mengalirkan air di kawasan karst. Masyarakat sekitar diminta untuk menjaga agar tidak tertimbun atau tersumbat sampah maupun sedimentasi. Supaya drainase alami ini berfungsi dengan baik.

"Beraktifitas di sekitar luweng itu berbahaya, kita tidak tahu batuan di sekitarnya mudah lapuk atau tidak, kemudian ketika terjadi gempa rawan runtuh atau tidak. Selain itu belum diketahui berapa kedalaman atau panjang dari luweng itu," tandas dia.

Tak Direkomendasikan untuk Wisata
Pihaknya sangat tidak merekomendasikan penggunaan luweng untuk keperluan wisata. Sampai saat ini tidak ada kegiatan pariwisata memanfaatkan luweng di Wonogiri. Sosialisasi seperti ini diselipkan melalui pemerintah desa atau relawan desa tanggap bencana (destana). Dimana sebagian besar desa di Wonogiri telah terbentuk destana.

"Kalau luweng yang dimanfaatkan selain drainase alami, ada di Luweng Songo Desa Sumberagung Kecamatan Pracimantoro. Pemanfaatannya untuk pengadaan air bersih, di dalam Luweng Songo ada sungai bawah tanah yang diambil airnya melalui penyedotan mesin. Hanya itu, kalau untuk keperluan pariwisata tidak ada dan kami tidak merekomendasikan," tegas dia.

Terkait tersumbatnya luweng di Kecamatan Pracimantoro dan Paranggupito hingga memicu terjadinya genangan, menurut dia semestinya dilakukan langkah pengecekan semua mulut luweng, terutama yang berpotensi rawan terjadi sumbatan. Misalnya sekitar 100 meter sisi barat lampu merah Pracimantoro. Secara bertahap mulut luweng dipasangi penyaring.



Selanjutnya: bagaimana proses terjadinya luweng?

Simak juga 'Pantai Sembukan, Pantai Cantik Di Kabupaten Wonogiri':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2