Luweng yang Hilang Nyaris Seabad Ditemukan, BPBD: Wonogiri Punya Ratusan

Aris Arianto - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 16:45 WIB
Luweng yang sempat hilang selama 93 tahun akhirnya ditemukan di Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.
Luweng yang sempat hilang selama 93 tahun akhirnya ditemukan di Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. (Foto: Istimewa/relawan Desa Sumberagung Wonogiri)
Wonogiri - Dua buah luweng atau lubang, sumur dalam vertikal di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah ditemukan setelah hilang hingga nyaris satu abad. BPBD mengungkap Wonogiri memiliki total 200 luweng dengan ukuran yang beragam.

"Total lebih dari 200-an, kalau yang besar sekitar 50-an," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, saat dihubungi detikcom, Rabu (3/3/2021).

Bambang membeberkan ratusan luweng itu tersebar di wilayah Wonogiri selatan. Meliputi Kecamatan Paranggupito, Pracimantoro, Eromoko, Giriwoyo, Manyaran, dan Giritontro.

Hingga saat ini masih ada luweng yang diperkirakan hilang atau tertimbun sedimentasi. Namun belum diketahui jumlah pasti luweng yang hilang di Wonogiri.

Sejumlah daerah seperti Kecamatan Pracimantoro, masih berupaya mencari keberadaan luweng dengan bantuan alat berat.

Luweng yang besar berukuran diameter lebih dua meter. Tidak diketahui berapa kedalaman atau panjang dari luweng yang berukuran bersar itu.

Salah satu luweng yang berukuran besar tersebut berada beberapa ratus meter dari simpang empat Kecamatan Pracimantoro. Luweng di tempat ini tidak tertutup atau tertimbun tanah dan masih bisa mengalirkan air.

"Sebagian mulut luweng sudah diberi penyaring sampah dari anyaman besi, sebagian lagi belum dipasangi," jelas Bambang.

Bambang menjelaskan luweng berfungsi mengalirkan air di kawasan karst. Masyarakat sekitar diminta untuk menjaga keberadaan luweng agar tidak tertimbun atau tersumbat sampah maupun sedimentasi. Supaya drainase alami ini berfungsi dengan baik.

"Beraktivitas di sekitar luweng itu berbahaya, kita tidak tahu batuan di sekitarnya mudah lapuk atau tidak, kemudian ketika terjadi gempa rawan runtuh atau tidak. Selain itu belum diketahui berapa kedalaman atau panjang dari luweng itu," terang dia.

Diberitakan sebelumnya, dua luweng yang ditemukan kembali di Wonogiri disebut telah hilang akibat tertimbun tanah dan batu selama 93 dan 40 tahun. Keduanya ditemukan warga dan relawan di Dusun Pakem, Desa Sumberagung dan Dusun Joho Kidul, Desa Joho.

Camat Pracimantoro, Warsito, mengungkap luweng di Pakem sempat menghilang selama 93 tahun. Sementara luweng di Joho Kidul sebelumnya tertimbun hampir 40 tahun. (sip/ams)