BPPTKG: Aktivitas Gempa Guguran di Gunung Merapi Meningkat

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 17:18 WIB
Potret erupsi Gunung Merapi, Kamis (25/2/2021) sore ini. Gunung Merapi meluncurkan awan panas sejauh 1,5 km.
Potret erupsi Gunung Merapi, Kamis (25/2/2021) sore. Gunung Merapi meluncurkan awan panas sejauh 1,5 km. (Foto: dok BPPTKG)
Yogyakarta -

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi. Berikut penjelasan BPPTKG soal aktivitas Gunung Merapi selama sepekan.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan secara umum kegempaan internal di Gunung Merapi pada periode pengamatan tanggal 19 hingga 25 Februari 2021 tidak ada peningkatan yang signifikan. Justru gempa di permukaan yang mengalami peningkatan.

"Saat ini aktivitas Gunung Merapi tidak ada perubahan yang signifikan. Secara umum kegempaan internal pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu, sedangkan gempa di permukaan seperti gempa guguran meningkat dan munculnya awan panas guguran," kata Hanik kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).

Hanik menjelaskan dalam sepekan ini awan panas guguran terjadi sebanyak 3 kali dengan estimasi jarak luncur maksimal 1.900 meter. Dijelaskannya, awan panas terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 51 mm dan durasi 175 detik. Arah luncuran masih dominan ke arah barat daya.

"Awan panas guguran tanggal 25 Februari 2021 pukul 16.52 WIB mengakibatkan hujan abu tipis di Kali Tengah Lor, Kali Tengah Kidul, Deles, dan Tlukan," ungkapnya.

Lebih lanjut, berdasarkan laporan BPPTKG, dalam minggu ini kegempaan di Gunung Merapi tercatat 3 kali awan panas guguran (AP), 14 kali gempa Fase Banyak (MP), 985 kali gempa guguran (RF), 37 kali gempa hembusan (DG) dan 5 kali gempa tektonik (TT).

Sementara itu, untuk volume kubah lava di sektor barat daya sebesar 618.700 m3 dengan laju pertumbuhan 13.600 m3 per hari. Sementara untuk kubah lava yang berada di tengah, pihaknya masih belum bisa menghitung karena masalah cuaca.

"Volume kubah yang berada di tengah kawah tidak terpantau karena cuaca. Terakhir per tanggal 17 Februari, kubah lava yang berada di tengah kawah memiliki dimensi panjang 160 m, lebar 120 m, tinggi 50 meter, dan volume sebesar 426 ribu m3," jelasnya.

Berdasarkan hal tersebut, BPPTKG menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status Gunung Merapi, kata Hanik, ditetapkan dalam tingkat Siaga.

Untuk potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Simak Video: Merapi Masih Bergejolak, 25 Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 12 Jam

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)