Puting Beliung Terjang 3 Desa di Brebes, Puluhan Rumah Rusak

Imam Suripto - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 12:06 WIB
Puting beliung menerjang tiga desa di Brebes, Jumat (26/2/2021).
Puting beliung merusak puluhan rumah di Brebes. (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Brebes -

Puting beliung menerjang tiga desa di Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Akibatnya puluhan rumah rusak.

"Tiga desa di Kecamatan Wanasari yang terdampak angin puting beliung adalah Desa Sigentong, Tanjungsari, sama Sawojajar. Kebanyakan atap rumah yang rusak," ujar Camat Wanasari, Nurudin, saat ditemui wartawan di lokasi kejadian Desa Sigentong, Jumat (26/2/2021).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Aparat desa masih mendata kerusakan akibat angin puting beliung yang terjadi pada sekitar pukul 04.00 WIB pagi tadi.

"Intinya, supaya diupayakan langsung perbaikan. Dari masing-masing desa agar menggunakan dana darurat bencana alam," kata Nurudin.

"Data sementara puluhan rumah yang rusak. Tapi ini masih pendataan di lapangan," lanjut dia.

Puting beliung menerjang tiga desa di Brebes, Jumat (26/2/2021).Puting beliung menerjang tiga desa di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (26/2/2021). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (Foto: Imam Suripto/detikcom)

Salah satu warga yang rumahnya rusak di desa itu yakni Vera (36). Dapur di rumah Vera roboh, beton penyangga atapnya runtuh akibat diterjang puting beliung.

"Angin sangat kencang disertai hujan sampai dapur rumah ambruk. Terus dinding batu bata juga melengkung dan membahayakan karena sewaktu-waktu bisa ambruk," ujar Vera.

Puting beliung menerjang tiga desa di Brebes, Jumat (26/2/2021).Puting beliung menerjang tiga desa di Brebes, Jumat (26/2/2021). (Foto: Imam Suripto/detikcom)

Warga lain yang rumahnya juga rusak yakni Sa'ali (46). Warga Desa Sigentong ini menceritakan bagian depan rumahnya ambruk karena angin puting beliung. Selain itu, atap rumahnya terbang terbawa angin hingga puluhan meter.

"Bahkan ada bagian atap yang nyangkut di atas pohon asem terbawa angin," tutur Sa'ali.

(sip/mbr)