Soal Cerita Hantu di Rumdin Walkot Solo, Gibran Ungkap Pengalamannya

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 20:37 WIB
Rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Kamis (25/2/2021).
Rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Kamis (25/2/2021). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo -

Cerita penampakan hantu di rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, menjadi salah satu urban legend di Kota Bengawan. Gibran Rakabuming Raka yang rencananya akan menempati Loji Gandrung setelah dilantik menjadi Wali Kota Solo nanti, mengaku tidak takut terkait kisah-kisah mistis yang beredar itu.

"Nggak (takut) tu, apanya to? Nggak masalah (tinggal di Loji Gandrung)," kata Gibran usai menghadiri geladi bersih pelantikan Wali Kota Solo di Gedung DPRD Solo, Kamis (25/2/2021).

Saat ayahnya, Presiden Joko Widodo, menjabat Wali Kota Solo, Gibran sempat beberapa waktu bersekolah di Singapura. Namun dia mengaku memiliki pengalaman tinggal di bangunan peninggalan Belanda itu.

"Saya di sana (Loji Gandrung) cukup lama, bapak ibu kerja, saya ditinggal di sana juga nggak kenapa-kenapa. Masak mi instan jam 12 malam aman tu, sahur sendirian ya aman," kata Gibran.

Meski demikian, Gibran belum memindahkan barang-barangnya ke Loji Gandrung. Menurutnya pemindahan barang-barang bisa dilakukan sambil jalan.

"Pindahan urusan gampang, yang penting kerjanya dulu. Sambil jalan aja. Masih bolak balik," kata ayah Jan Ethes Srinarendra itu.

Rencananya dia akan tinggal di bangunan lama Loji Gandrung, tempat wali kota sebelumnya, FX Hadi Rudyatmo, tinggal. Di bangunan itu, terdapat kamar khusus yang selama ini disebut sebagai kamar Bung Karno.

"Kamar yang sama, di samping kamar Pak Karno itu, mungkin anak-anak yang bawah. Tapi saya belum ke sana lagi, belum masuk-masuk ke dalam. Soale kemarin masih disemprot-semprot sama direnovasi kecil-kecil," kata Gibran.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Setda Solo, Herwin Nugroho, mengatakan dirinya telah menyiapkan segala kelengkapan Loji Gandrung. Loji Gandrung siap dipakai jika sewaktu-waktu Gibran menghendaki.

"Kalau kami kan tugasnya menyiapkan, mau pakai bangunan lama atau yang baru tergantung beliaunya, semuanya siap. Kalau bangunan baru tidak masalah. Kemarin yang bangunan lama itu ada sedikit perbaikan, seperti saluran air mampet," kata Herwin.

(rih/mbr)